Dicurigai Jadi Pelakor, Buk Dewan Dipolisikan

Masrifa (Tengah) didampingi kuasa Hulumnya, Indra Kusmeran (Kanan) dan Muhammad Zubir (Kiri). Foto :Zulkifli

Beritakita.co | Pasca terjadinya perkelahian, Masrifa dengan Martini yang merupakan salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA) pada Rabu (3/1) malam, kini semakin sengit. Pasalnya, Masrifa balik melaporkan hal itu kepihak Kepolisan Resor Aceh Timur, Senin 07/01/2019.

Masrifa didampingi kuasa hukumnya Muhammad Zubir, S.H dan Indra Kusmeran membantah bahwa kliennya telah menyerang Martini. Seperti yang dilaporkan oleh Martini sebelumnya ke Polres Aceh Timur atas kasus pengrusakan dan penganiayaan.

Menurutnya, yang terjadi justru perkelahian diantara Masrifa dengan Martini, saat di depan Rutan Idi beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan langsung oleh Muhammad Zubir dan Indra Kusmeran kepada wartawan saat konferensi pers yang digelar disalah satu caffe di Kota Idi, Aceh Timur, Senin (7/1).

“Itu bukan penganiayaan murni, tetapi saling serang atau berantem, dalam kasus ini duel. Penyebabnya sudah lama terkait masalah keluarga, sebelumnya pernah didamaikan. Saudari Martini pernah dekat dengan suami Ibu Rifa sehingga bergejolak, namun pernah dibuat perdamaian oleh pihak Desa Uteun Dama Kecamatan Peureulak, Aceh Timur,” kata Muhammad Zubir kepada wartawan.

Lebih lanjut Zubir mengatakan. Sebenarnya perselisihan tersebut sudah pernah didamaikan pada bulan Agustus 2018 lalu, juga ada surat perjanjian yang telah dibuat. Namun dianggap butir-butir pelanggaran yang telah disepakati tersebut ada yang telah dilanggar.

“Pelanggarannya adalah tidak lagi berjumpa dengan suami saya, karena dia (Martini red-) melanggar perjanjian dan ia tidak datang menandatangani surat tersebut sehingga saya curiga kenapa dia tidak mau menanda tanganinya pada bulan Agustus 2018 lalu. Jadi pada malam kejadian, mobilnya itu berhenti di depan mie Barcelona” kata Masrifa didampingi kuasa hukumnya.

Saya melihat beriringan dengan mobil suami saya. Saya memantau suami saya masuk ke halaman LP. Kalau memang mengurus surat kenapa tidak ada satupun yang keluar dari mobil. Saat itu suami saya mamegang pintu mobil, disitu saya pegang suami saya dan saya tanya abang mau kemana,” sambung Masrifa.

Ia menambahkan, saat Doa kelilingi mobil dan menyuruh membukakan kaca tidak ada yang mau melakukan sehingga kecurigaannya semakin besar. “Saya tanya siapa di dalam, saat itu kelihatan ada Martini di belakang. Kemudian Martini keluar mobil dan dia nyerang saya dan saya membalas kemudian kami berantem. Jadi, bukan melakukan penganiayaan sepihak,” sebut Masrifa.

Sementara itu kuasa hukumnya Masrifa juga mengatakan. Pihaknya telah melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian setempat, dan telah diterima oleh penyidik Polres Aceh Timur dengan Nomor: BL/03/1/2019/SPKT, tertanggal 7 Januari 2019. “Karena Martini sudah duluan buat laporan kepada klien kami, maka hari ini kami lapor balik ke polisi. Namun, kami juga akan membuka ruang bila permasalahan ini ditempuh dengan jalur kekeluargaan,” ujar Muhammad Zubir.

Sementara saat dikonfirmasi secara terpisah, Martini membantah apa yang dikatakan Masrifa dan kuasa Hukumnya itu. “Itu murni penganiayaan dan pengerusakan” katanya.

Martini juga menceritakan panjang lebar terkait kronologis perkelahian tersebut, hingga kasusnya berujung keranah Hukum. “Dia (Masrifa) telah memberikan keterangan palsu, saya juga akan melaporkan kembali Masrifa karena telah mencemarkan nama baik saya,” tutur Martini.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment