EW-LMND Aceh “Aceh Utara Harus Meningkatkan Keakuratan Data Informasi “

Munzir Abe, Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Aceh.

Beritakita.co | The executive of the national student league for democracy atau Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Provinsi Aceh, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk meningkatkan keakuratan informasi data demi kesejahteraan masyarakat, Senin 07/01/2019.

Ketua EW-LMND Aceh, Munzir Abe menilai bahwa Aceh Utara salah satu Daerah yang mempunyai kecocokan iklim untuk ladang pertanian dan pesawahan. Namun yang disayangkan, petani setempat selalu dihadapkan dengan persoalan yang itu-itu saja yakni kelangkaan pupuk.

“Sektor pertanian merupakan lapangan kerja mandiri untuk mendongkrak perekonomian rakyat, sudah seharusnya Pemerintah Aceh Utara mengindentifikasi data yang tepat dan berkelanjutan supaya data yang telah terkumpul bisa menjadi insentif untuk memecahkan permasalahan bagi petani yang sudah dialami selama bertahun-tahun”kata Munzir Abe.

Dalam pengamatan kami, sambung Munzir, petani di Aceh Utara selalu mengalami dua persoalan, kalau tidak gagal panen akibat banjir dan tentu saja terjadi kelangkaan pupuk.” tuturnya.

Menurut pihak Dinas Pertanian Aceh Utara yang dilansir disalah satu media menyebutkan bahwa, ada kesalahan data dalam jumlah area sawah, sehingga berakibat pada pengurangan pupuk bersubsudi. Luas sawah yang tercatat di BPN adalah 37000 hektar, sedangkan yang terdata di BPS adalah 47000. Untuk itu, terjadi perbedaan data sekitar 10000 hektar yang berakibat pada pengurangan pupuk bersubsidi kepada petani.

“Dari apa yang disampaikan oleh pihak Dinas Pertanian, terjadi perbedaan data yang terlalu jauh, ketika pihak dinas terkait memang berkerja dalam menghimpun informasi yang sesuai standar penginputan data”ungkap Munzir.

Kami meminta kepada Pemerintah Aceh Utara untuk segera berkoordinasi dengan pihak DPR dan segera mengevaluasi kinerja Dinas Pertanian agar kemudian kita bisa membangun sistem informasi pertanian yang akuntabel dan sistem pangan Aceh Utara secara berkelanjutan.” tegas Munzir.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment