Bulog Pastikan Harga Pangan Pokok di Tingkat Pusat dan Daerah Stabil

Beritakita.co | Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Badan Ketahanan Pangan sebagai bagian dari pemerintah akan melaksanakan rencana aksi pengamanan stabilisasi harga dan pasokan pangan. Antaralain, rapat koordinasi (rakor) seluruh instansi dan pemangku kepentingan terkait pengamanan pasokan dan stabilisasi harga pangan di tingkat pusat dan daerah.

Pemantauan pasokan dan harga pangan pokok, terutama di pasar utama dan wilayah sentra produksi, serta menggelar pangan murah atau operasi pasar selektif. Untuk fokus wilayah berada di sembilan provinsi yang mayoritas merayakan Natal dan Tahun Baru, yaitu, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Bali sebagai daerah wisata.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi memastikan Badan Ketahanan Pangan Kementan akan melaksanakan pemantauan pangan pokok dan strategis, selama November-Desember 2018 secara kumulatif dalam kondisi aman (surplus), kecuali daging sapi atau kerbau.

“Ketersediaan sapi lokal selama November-Desember sebesar 71.121 ton, sedangkan kebutuhan mencapai 109.723 ton,” tukas Agung.

Namun demikian, ia menjamin, defisit sebesar 38.611 ton akan dipenuhi dari stok sapi dan kerbau siap potong sebesar 36.952,56 ton. Ditambah stok daging dan jeroan yang ada di gudang importir dan Bulog mencapai 13.544 ton.

Semua stok itu, lanjutnya, terdistribusi di Jabodetabek, Batam, Bandung, Bali, dan Kepulauan Riau. Di Bulog pun masih terdapat stok dan daging kerbau sebanyak 3.368,96 ton. “Neraca akhir pada Desember diperkirakan surplus mencapai 17.296,52ton,” tuturnya.

Berdasarkan perhitungan prognosa produksi dan ketersediaan hingga akhir tahun juga diperkirakan akan surplus. Antaralain, beras (3,83 juta ton), minyak goreng (24,50 juta ton), gula pasir (344 ribu ton), bawang merah 136 ribu ton, daging ayam 335 ribu ton, dan telur ayam ras (806 ribu ton). Begitu pun stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog saat ini dalam kondisi aman. Total akumulasi stok sejak Januari hingga November 2018 sebesar 2,37 juta ton dengan stok awal 232,80 ribu ton. Sedangkan, pemanfaatan CBP hingga November sebesar 465,56 ribu ton.

“Dengan demikian, stok akhir CBP per-30 November 2018 tercatat 2,15 juta ton,” sebutnya.

Selain itu, terdapat stok CBP yang dikelola pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota hingga akhir November tercatat 4,03 ribu ton, CBP pemerintah provinsi dan 4,62 ribu ton CBP pemerintah kabupaten. Ketersediaan beras juga diperkuat oleh cadangan beras yang ada di masyarakat (rumah tangga petani, horeka dan penggilingan). Kondisi stok beras di penggilingan pada Minggu IV November diperkirakan mencapai 1,04 juta ton yang terdistribusi di penggilingan kecil 811 ribu ton (78,2 %), penggilingan sedang 124 ribu ton (12 %) dan penggilingan besar 101 ribu ton (9,8%).

Data beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menyebutkan, stok beras per-4 Desember yaitu 56.141 ton (belum memperhitungkan pengeluaran 4 Desember), jauh di atas batas stok normal akhir bulan, yakni 30.000 ton. Stok tersebut lebih tinggi jika dibanding dengan tahun lalu mencapai 39.380 ton.

“Untuk harga pangan pokok dan strategis pada minggu IV November, di tingkat eceran, sebagian besar mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2016 dan 2017 pada periode yang sama, kecuali daging ayam ras dan telur ayam ras,” ucap Agung.

Menurutnya, jika dibandingkan 2017, harga yang mengalami penurunan yaitu cabai merah (6,89%) bawang merah (4,69%), minyak goreng (5,42%), gula pasir (4,41%) dan daging sapi (0,34%). Daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing mengalami kenaikan sekitar 5%.

“Dari kondisi lapangan tersebut, pemerintah optimistis sampai akhir 2018, terutama pada periode natal dan tahun baru kondisi ketersediaan dan harga pangan pokok dan strategis tetap aman dan stabil,” tegas Agung. (Bulog.co.id)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment