Kisah Inspiratif “Semut dan Belalang”

Beritakita.co | Disebuah ladang yang subur, tinggallah keluarga semut pekerja dan belalang si pemalas. Semut dan belalang adalah dua sahabat yang memiliki sifat berlawanan.

Si semut selalu bekerja keras, mencari makanan sepanjang hari dan menyimpannya di rumah.

Sebaliknya, belalang setiap hari bersenang-senang, bernyanyi, menari dan menikmati hidup. Belalang sangat menikmati hari-harinya dan tidak memiliki rencana ke depan. Hidup mengalir seperti air.

Suatu ketika si belalang bertemu dengan semut: “Hi semut! Kenapa kamu tidak ke tempatku dan bermain bersama aku?”

Jawab si semut: “Aku lagi bekerja keras menyiapkan makanan untuk nanti musim dingin. Pada saat musim dingin tiba, tidak ada tanaman yang bisa tumbuh dan kita akan mati kelaparan jika tidak mulai menyiapkannya.”

Belalang tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban semut dan berkata: “Musim dingin masih lama semut temanku. Kenapa kamu harus khawatir? Masih ada besok kan?”

Kemudian belalang melanjutkan bermain musik dan semut kembali bekerja menyimpan makanan.

Suatu ketika musim dingin datang, semua tanaman mati dan belalang kesulitan untuk mencari makanan. Sebaliknya semut enak-enakan di rumahnya dan makan dari jagung dan biji-bijian yang telah disimpan sejak musim panas. Singkat cerita si belalang meninggal karena kelaparan.

Apakah Anda ingin bertahan hidup dan sukses seperti semut atau memilih mati kelaparan seperti belalang?

Seperti yang Anda ketahui, setiap orang pasti akan menjadi tua dan tidak produktif. Orang tua juga butuh uang, untuk makan, untuk biaya kesehatan dan berobat serta pengeluaran lainnya.

Perencanaan Dana Hari Tua atau Perencanaan Pensiun

Seperti yang Anda ketahui, setiap orang pasti akan memasuki masa-masa hari tuanya alias pensiun. Disaat seperti itu, pemasukan dan pengeluaran kita tentu saja berkurang. Sayangnya pemasukan kita akan berkurang lebih banyak dibandingkan dengan pengurangan pengeluaran. Coba lihat gambar di bawah ini:

Jika Anda perhatikan baik-baik, maka Anda akan menyadari bahwa pemasukan kita akan berkurang lebih banyak dari pada pengeluaran kita. Apakah hal tersebut wajar? Ya sangat wajar, siapa sih orang yang ingin menurunkan gaya hidup (lifestyle)?

Kemana-mana biasa naik mobil, sudah tua apakah ingin naik kendaraan umum?

Setiap hari makan enak dan bisa makan di rumah makan, sudah tua apakah tidak ingin makan enak juga?

Plus ada juga pengeluaran yang bertambah, seperti biaya berobat, biaya membeli vitamin dan obat, serta periksa ke dokter

Jika kita tidak mempersiapkan dana hari tua atau masa pensiun sejak sekarang, maka semuanya akan terlambat.

Yes betul sekali, masa persiapan pensiun (MPP) seharusnya dipersiapkan sejak Anda usia produktif (bukan 1 tahun menjelang pensiun atau 5 tahun menjelang pensiun).

Seperti halnya si semut yang mempersiapkan makanan untuk musim dingin, sedari musim panas. Coba deh Anda mulai hitung terlebih dahulu, berapa dana pensiun yang dibutuhkan?

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment