Proyek Pembangunan Jalan Lintas Nasional Medan – B. Aceh, Bahayakan Keselamatan Pengendara

Kondisi Proyek pembangunan jalan lintas Medan -B.Aceh, tepatnya Desa Blang Nie, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur. Senin (03/12).

Beritakita.co | Pekerjaan proyek pelebaran di jalan lintas Nasional Medan – B. Aceh, tepatnya di Desa Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, sangat membahayakan pengguna jalan, Selasa 04/12/2018.

Banyaknya debu yang menghambat jarak pandang pengendara serta minimnya rambu-rambu peringatan dapat mengundang terjadi kecelakaan lalu lintas. Apalagi, itu merupakan jalan lintas nasional yang setiap harinya dipadati oleh berbagai macam jenis kendaraan.

Informasi yang diperoleh Beritakita.co, sejak Senin (03/12) pagi, badan jalan yang dikerjakan itu dipenuhi debu tebal yang beterbangan, sehingga timbul kecemasan bagi pengendara. Masyarakat sekitar proyek juga mengeluhkan akibat dampak negatif yang ditimbulkan oleh proyek tersebut, bahkan bisa terancam ancam keselamatan mereka.

Ironisnya, sejak awal proses pengerjaan proyek tersebut telah banyak menjadi korban akibat kecelakaan, namun hingga kini safety sign atau papan peringatan yang terpasang namun masih belum memadai. Bahkan saat ini, pihak rekanan tidak mempedulikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.

Salah seorang Warga setempat yang juga pengguna jalan, Feri mengeluh akibat efek yang ditimbulkan oleh pihak rekanan proyek tersebut.

“Kami sangat kecewa kepada pemilik proyek ini, karena mereka tidak menghiraukan dan tidak mempedulikan keselamatan pengguna jalan, dengan debu yang berterbangan di jalan, menghambat jarak pandang pengendara dan itu sangat membahayakan, bahkan mengancam keselamatan”katanya, Senin (03/12).

Yang mengherankan Kami, sambung feri, proyek yang menelan anggaran Miliaran Rupiah namun tanpa pengawasan, kok bisa demikian ya..?” tanya feri yang bingung dengan sistem pengerjaan proyek dari dana APBN itu.

Lebih lanjut, warga tersebut menyampaikan keluhan serta pendapatnya kepada media, “Harusnya jalan itu disiram setiap hari, apalagi terdapat banyak titik galian disepanjang jalan serta penimbunan yang menimbulkan banyak debu, jangan biarkan begitu saja, keamanan kami pengguna jalan sangat terganggu,” jelasnya.

Feri juga menceritakan bahwa pada kawasan pembangunan itu telah terjadi kecelakaan tiga kali. Namun, hingga saat ini pihak rekanan belum memaksimalkan rambu pengaman pembangunan jalan.

“Semenjak pengerjaan proyek ini, ada 3 kali terjadinya kecelakaan lalu lintas, namun yang bersangkutan masih tidak memaksimalkan rambu pengamanan di jalan tersebut”ungkapnya.

Feri berharap, agar pihak rekanan tidak hanya memikirkan keuntungan perusahaan mereka saja, sedangkan keselamatan pengguna jalan diabaikan. Sementara pihak pengawasan juga diminta supaya menjalankan tugasnya secara maksimal dalm mengawasi proyek jalan tersebut, guna menjaga keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas.

Selain itu, papan nama proyek juga tidak terlihat disekitar lokasi pekerjaan. Hal itu membuka kesempatan bagi pihak rekanan untuk membuat curang, dan menghambat pengawas publik untuk mengawasi pengerjaan proyek tersebut.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment