Proyek ODTW Gelombang 7 Dinilai Asal Jadi

Beritakita.co | Kurangnya pengawasan dalam pengerjaan proyek pembangunan sarana dan prasarana ODTW gelombang 7 di Gampong Air Pinang, dinilai tidak sesuai spek dan terkesan asal jadi.

Proyek peningkatan sarana prasarana wisata gelombang 7 yang bersumber dari dana Otsus tersebut dikerjakan oleh CV. Rahmil Ulif dengan nilai anggaran sebesar Rp 1.000.000.000, (satu miliar).

Yayasan Gunung Hutan Lestari (YGHL) menilai proyek pekerjaan pembangunan peningkatan sarana prasarana wisata gelombang 7 tidak memperhatikan kualitas terkesan asal jadi. Hal tersebut disampaikan Direktur YGHL Sarbunis kepada awak media, Senin 03/12/2018.

” Dalam pengerjaannya sangat terlihat kecurangan, untuk material yang digunakan dalam pengecoran lantai kolam renang tersebut seharusnya menggunakan split/batu pecah namun yang digunakan adalah kerikil biasa (sertu), ” katanya.

Ditambah lagi air yang digunakan untuk pengecoran diambil dari muara yang tergolong asin, padahal air yang mengandung zat garam tidak boleh digunakan untuk pengecoran bangunan. Dan bisa dipastikan untuk pengerjaan proyek pembangunan kolam renang tersebut tidak akan tahan lama dan akan mudah rusak, ” jelasnya.

Tidak hanya itu, disaat pengecoran juga tidak menggunakan vibrator, padahal vibrator sangat diperlukan untuk pemadat, memperhalus permukaan lantai dan tidak gampang bocor. Apalagi untuk kolam renang, ” katanya.

Sedangkan untuk pengecoran seharusnya mutu beton k-225 slump (12cm),w/c=0,58 sementara yang dikerjakan di lapangan menggunakan pengecoran biasa, ” kata Sarbunis.

Kamaldi selaku konsultan yang dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler mengatakan, ” Setahu saya menggunakan split/batu pecah sesuai dengan RAP, apabila benar menggunakan kerikil biasa akan kita tekankan pihak pelaksana untuk menggunakan Split/ batu pecah, ” katanya.

Selanjutnya, untuk penggunaan air asin sangat berpengaruh kualitas bangunan, tetapi karena mengingat lokasi yang agak sulit dan nanti akan kita tekankan kepada pihak pelaksana untuk mendatangkan air bersih, ” ujarnya.

Kamaldi juga menambahkan, bahwa ada perubahan CCO pekerjaan pembuatan 10 unit Gazebo dengan anggaran 101,871795.14 dihilangkan dan diganti dengan pembangunan talut sepanjang 12 meter kiri kanan, ‘ katanya.

Afri selaku PPTK pembangunan sarana dan prasarana ODTW gelombang 7 saat diklarifikasi, membenarkan adanya perubahan item pekerjaan.

” Pekerjaan tersebut setelah dilakukan pengukuran mc 0 terdapat beberapa item pekerjaan yang bertambah dan berkurang sesuai dengan kondisi lapangan, ” katanya.

Penghilangan 10 unit Gazebo dengan nilai mencapai 101,871795.14, dan dialihkan untuk pembangunan talut sebagai jalur air ke telaga, karena kalau tidak dibuat akan menyebabkan genangan air disekitar kolam renang, ” katanya.

Sedangkan untuk proses addendum sudah sesuai aturan yang diajukan oleh kontraktor pelaksana, diperiksa oleh konsultan dan ditelaah kembali oleh peneliti kontrak, ” paparnya.

Kontributor Aceh Selatan : Asrulliadi

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment