Pembangunan Dayah Baitul Quran Singkil Tertunda

Beritakita.co | Pembangunan salah satu Dayah/Pesantren Baitul Quran Syeikh Abdurrauf As Singkily di Desa Ujung, Aceh Singkil, Provinsi Aceh dikabarkan sudah bertahun-tahun tertunda, sehingga Lembaga Pengajian Qur’an (LPQ) itu dirasa lambat perkembangannya.

Ustad Irham Syahputra, Pembina LPQ Baitul Quran Syeikh Abdurrauf As Singkily, Jumat (26/10) di Singkil, kepada wartawan mengatakan bangunan balai tersebut terletak di Gampong Ujung, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil proses belajar mengajar Alquran dimulai sejak pertengahan 2015 sampai saat ini, namun karena kurangnya fasilitas dan sokongan pemerintah guru dan murid atau Santri merasa kurang konsentrasi saat proses belajar mengajar Alquran.

“Kurun waktu empat tahun belakangan ini, bangunan balai pengajian ini masih tampak kusam, dinding bata tampak kasar masih terlihat dan tak ada keramik, demikian halnya lantai bangunan, selain itu ruangan belajar-pun terasa panas lantaran tak ada plafon, walau demikian santri tetap semangat,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini ada 42 orang santri terdiri dari 24 putra dan 20 putri yang selalu sudi belajar di Dayah itu.

“Kami ingin sebenarnya fasilitas tempat pendidikan agama seperti balai pengajian Alquran ini nyaman dan sejuk, agar proses pemantapan belajar Alquran konsentrasi dan lebih serius, dan dirasa nyaman,” kata Irham.

Sebenarnya, kata Hafiz itu, balai bangunan tersebut sangat memerlukan perhatian dari orang-orang dermawan untuk membuka hati dan pikiran memikirkan syiar agama ini, serta peduli kepada generasi Alquran.

“Para santri tidak pernah diminta biaya spp atau biaya pengajian sejak tahun 2015 sampai hari ini belum pernah dikutip dan diminta biaya lampu, semuanya dibiayai oleh LPQ Baitul Quran,” ujarnya.

Walau demikian, proses belajar mengajar tetap dilaksanakan setiap malam Rabu sampai Jumat, anak-anak santri sudah berada sebelum Maghrib dibalai dan Shalat Maghrib berjamaah dibalai kumudian lanjut dengan Shalat Isya berjamaah, disambung sedikit lagi materi belajar, pukul 21.00 WIB malam baru pulang kerumah masing-masing.

“Alhamdulillah proses belajar kusus Alquran dibalai berjalan lancar secara bersambung walaupun masih kurangnya perhatian, namun demikian saya ingin Aceh Singkil ini seperti daerah lain yang ada di Provinsi Aceh ini,” tuturnya.

Kemudian ia juga menyinggung, Aceh Singkil merupakan daerah tempat lahirnya ulama dunia terkenal, Syeikh Abdurrauf Singkel, sehingga kata Irham, dirinya menghadirkan LPQ Baitul Quran Syeikh Abdurrauf As Singkily dengan tujuan dan cita-cita ingin mengembalikan kejayaan dan martabat serta marwah Aceh Singkil dibidang agama terlebih khusus dibidang kecintaan warga kepada Alquran.

Kontributor Aceh Singkil : Khairuman

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment