Jika Tak Menguntungkan Daerah, PT. Medco Diminta Angkat Kaki dari Aceh Timur

Mahyudin Kubar, Ketua APDESI Aceh Timur. Foto : Istimewa

Beritakita.co | Tak mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) lebih dari 10 tahun selama beroperasi di Aceh Timur. PT Medco E&P Malaka dinilai telah merugikan daerah dari segi retribusi sebagai penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten tersebut, Jumat 26/10/2018.

Bukan itu saja, PT. Medco selama beroperasi di Blok A dinilai sering menuai konflik dengan masyarakat di Lingkar Tambang. Mulai dari masalah rekrutmen tenaga kerja yang dipasok dari luar daerah, polusi debu dijalan desa sampai dugaan penyerobotan lahan warga seperti yang pernah mencuat di media masa beberapa waktu yang lalu.

Menanggapi berbagai persoalan yang muncul ke publik, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur Mahyuddin Kubar berpendapat bahwa, sudah semestinya hal itu ditanggapi secara serius oleh para pemangku kepentingan publik, baik eksekutif dan legislatif untuk memanggil pihak perusahaan guna penyelesaian berbagai persoalan yang kini sedang mencuat.

Mantan Keuchik Muda (Kepala Desa) di Aceh Timur ini juga mengatakan bahwa baru-baru ini pihak Pemerintah Aceh Timur juga mengkritik sikap pihak perusahaan tersebut yang mengabaikan IMB. Dari data yang diperoleh kontrak Enginering Procurement and Contruction (EPC) yang ditandatangan senilai 240 juta dolar dengan konsorsium dari PT. JGC Indonesia dan PT. Encona Inti Industri.

“Data yang kami peroleh dari Dinas DPMPPT sebesar Rp 16 miliar lebih harus disetor kepada Pemda. Itupun jika setengah saja dari total nilai kontrak yang diplot untuk pembangunan fisik di Blok A Blang Nisam. Kalau benar selama keberadaannya selama 10 tahun tidak membawa keberkahan bagi daerah dan masyarakat maka lebih baik PT. Medco angkat kaki dari Aceh Timur dari pada hanya mengeksplorasi Sumber Daya Alam namun minesnya kontribusi untuk menunjang pembangunan,” Ujar Mahyuddin yang juga Presidium KAHMI di Aceh Timur pada Jum’at (26/10).

Informasi yang diperoleh menyebutkan kalau data sepihak dari PT. Medco untuk retribusi IMB sebesar Rp. 267.467.341 rupiah, namun sejumlah angka tersebut tidak ditangani dan diakui oleh pihak Pemda setempat karena dianggap tidak sesuai dengan nilai kontrak.

“Kami berharap agar PT. Medco tidak menghindar dengan kewajibannya, jika tidak lebih baik berhenti produksi agar hasil alam Aceh Timur dapat dinikmati oleh masyarakatnya suatu saat nanti,” Pungkas Mahyuddin.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment