Jelang Pemilu, Wali Nanggroe Ajak Semua Kalangan Rawat Perdamaian Aceh

Wali Nanggroe, Malik Mahmud Alhaytar didampingi Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib, turun dari Pendopo Idi untuk melakukan kunjungan kesejumlah titik pembangunan di Idi dan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu, 24 /10/2018. Foto:Istimewa

Beritakita.co | Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, meminta seluruh lapisan dan semua kalangan masyarakat untuk menjaga dan merawat perdamaian Aceh. Hal itu penting diingatkan menyusul pesta demokrasi sudah diambang pintu, apalagi untuk meraih perdamaian tidak seperti membalik telapak tangan.

“Jaga dan rawat damai Aceh, karena untuk menyelesaikan konflik bersenjata melalui kedamaian tidak mudah,” kata Wali Nanggroe ketika bersilaturrahmi dengan Bupati Aceh Timur di Pendopo Idi, Rabu 24/10/2018.

Sebagai mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Malik Mahmud Al Haythar mengaku telah duduk bersama perwakilan CMI selaku penengah dalam perdamaian Aceh, Kamis (18/10) lalu di Banda Aceh. Dalam pertemuan yang melibatkan sejumlah petinggi GAM dan anggota DPR Aceh itu membicarakan berbagai persoalan di Aceh, baik soal bendera dan lambang Aceh atau isu-isu lain yang dinilai penting.

“Kita sudah laporkan ke CMI terkait permasalahan Aceh pasca perjanjian damai, termasuk butir-butir MoU yang belum sepenuhnya direalisasi,” ujar Malik Mahmud Al Haythar seraya menambahkan, perwakilan CMI yang bekerja di Aceh Monitoring Mission (AMM) dulu tersebut juga menemui Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla di Jakarta, untuk membicarakan berbagai isu politik dan hukum di Aceh.

Pihak CMI juga diminta untuk terus memantau Aceh, karena kedamaian Aceh bukan hanya kepentingan Aceh dan Indonesia, tetapi juga kepentingan Dunia Internasional. “Oleh karenanya kami meminta semua pihak untuk terus melestarikan kedamaian di Aceh. Harapan kita seluruh butir-butir MoU Helsinki terealisasi seutuhnya,” tutur Malik Mahmud Al Haythar

Disisi lain, Wali Nanggroe juga mengaku bangga dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur dibawah kepemimpinan H. Hasballah HM. Thaib – Syahrul Bin Syama’un sebagai Bupati/Wakil Bupati. “Banyak kemajuan di Aceh Timur, padahal daerah penghasil ikan ini mulai pindah dari Kota Langsa ke Idi sejak 2012,” katanya.

Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM. Thaib atau Rocky, secara bersamaan berterimakasih atas kunjungan Wali Nanggroe ke Aceh Timur. “Selain silaturahmi, kedatangan wali juga akan menjadi energi kami di daerah untuk berpacu dalam memajukan daerah ke arah yang lebih baik,” katanya.

Beberapa sumber daya alam yang bisa menjadi potensi daerah antara sektor perikanan, kehutanan dan perkebunan serta pariwisata. “Aceh Timur letaknya sangat strategis dan memiliki kekayaan daerah yang melimpah, sehingga pemerintah mempersilakan investor baik dalam atau luar negeri menanamkan modal di daerah ini,” ujar Rocky.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment