Bupati Aceh Timur Ingatkan Caleg Tidak Menyebar Hoax dan Money Politik Untuk Dapatkan Suara

Sesi pelepasan balon ke udara bertuliskan "Pemilu Damai 2019" oleh Bupati dan unsur Forkopimda Aceh Timur di halaman gedung ISC. Selasa, 09/10/2018.

Beritakita.co | Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Timur menggelar kegiatan Sosialisasi dan Deklarasi Pemilu Berintegritas, Damai dan Sejuk tahun 2019. Acara tersebut berlangsung di gedung Idi Sport Center (ISC), Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Selasa (09/10/2018) dengan tema “Indonesia Menolak Hoax, Politik Sara dan Politik Uang”.

Deklarasi ini dihadiri oleh Ketua dan pengurus Partai Politik yang ikut Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.

Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin H. M Thaib, SH atau yang akrab disapa Rocky dalam sambutannya, menghimbau kepada para Kandidat yang mencalonkan diri menjadi wakil rakyat baik dari partai lokal (Parlok) maupun partai nasional (Parnas) untuk tidak menggunakan cara-cara kotor dalam menarik simpatik masyarakat, seperti berita Hoax dan isu SARA, namun menarik simpatik dengan cara memperlihatkan kemampuan yang dimiliki, serta dengan Visi dan Misi para kandidat.

“Kedepan anda-anda semua akan menjadi seorang pemimpin untuk memimpin negeri ini, jadi jangan meraih hal itu dengan cara menebar hoax karena itu tidak dibutuhkan, jika kita punya potensi pasti rakyat akan memilih kita.” ujar Rocky.

Diingatkan lagi kepada kandidat agar tidak menggunakan uang untuk mendapatkan suara rakyat atau Politik Uang (Money Politic).

“Dan jangan juga menggunakan uang untuk meraih suara rakyat, namun kalau minum kopi bersama asal anda sanggup tidak masalah, tetapi kalau tidak menang jangan meminta kembali kopinya, tapi anggap saja itu sebagai sedekah”, tutur Rocky sambil menebar tawa.

Sementara itu, Ketua KIP Aceh Timur H. Mulia Karim, S. Ag, MH, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Pemilu 2019 merupakan salah satu tugas paling berat untuk seluruh panitia penyelengara pemilu, pasalnya Pemilihan Umum kali ini sekalian dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, hal itu sangat berbeda dengan Pemilu-Pemilu sebelumnya.

Dijelaskan bahwa, para panitia penyelenggara Pemilu 2019 harus bekerja ekstra dan sabar guna membimbing masyarakat dalam menentukan hak suaranya, sebab 1 orang pemilih memiliki 5 surat suara yang harus di coblos, yaitu surat suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRA, dan DPRK.

“Ini merupakan ujian terberat bagi seluruh penyelenggara, apalagi panitia yang bertugas ditingkat Desa,” Katanya.

Mulia Karim juga mengatakan bahwa jadwal kampanye Pemilu 2019 merupakan yang paling lama dalam sejarah Pemilihan Umum di Indoneaia, dimana masa kampanye sampai 6 (Enam) bulan lamanya. Dan ia berharap kepada pihak partai politik untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin guna memperkenalkan kandidat mereka masing-masing kepada masyarakat untuk mendapat kursi Parlemen.

“Masa kampanye kali ini sangat lama, mulai dari 23 September 2018 sampai 13 April 2019 untuk itu kami meminta kepada semua pengurus Parpol dan LO (Tim penghubung Parpol) mulai hari ini utuk saling berkoordinasi dengan KPU dalam melaksanakan kampanye ataupun tahapan Pemilu 2019.” tandasnya.

Selesai menyampaikan kata-kata sambutan dari sejumlah unsur Forkopimda Aceh Timur, dilanjutkan dengan menandatangani komitmen dan kesepakatan bersama guna melangsungkan Pemilu Berintegritas, Damai dan Sejuk tahun 2019 di Kabupaten Aceh Timur, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pelepasan balon ke udara.

Hadir pada kesempatan itu, Dandim 0104/Atim Letkol Inf Iqbal Lubis, Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, SIK MH, Kapolres Langsa AKBP Setya Yudha Prakasa, SIK, Kesbangpol Aceh Timur Adlinsyah S.Sos M AP dan sejumlah unsur Forkopimda lainnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment