Ini Penjelasan BPJS Kesehatan Perpanjang Masa Uji Coba Rujukan Online Tahap III

Beritakita.co | Untuk menyempurnakan implementasi sistem rujukan berbasis digital, BPJS Kesehatan memperpanjang masa uji coba rujukan online tahap III sampai 15 Oktober 2018 mendatang. Adapun uji coba rujukan online tahap ini seharusnya dilakukan pada 16-30 September 2018.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Selatan, Sudarto KS mengatakan, perpanjangan masa uji coba ini dikhususkan untuk penyempurnaan kapasitas rumah sakit (RS) sesuai dengan kemampuannya.

“Menyempurnakan implementasi sistem rujukan berbasis digital tersebut difasilitas kesehatan agar manfaatnya lebih dirasakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)”tuturnya.

“Di fase III, kami perbaiki kapasitas karena kemarin beberapa RS tidak paham. Ada peserta lebih dari 30 tidak terlayani, maka tolong perbaiki kapasitasnya sesuai kemampuan dan janji. Banyak yang meng-inputkapasitas tidak sesuai kemampuannya,” jelas Sudarto di Jakarta, Kamis 04/10/2018.

“Melalui sistem rujukan online ini, BPJS Kesehatan menginginkan rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dapat dilakukan secara digital dan berjenjang. Sehingga, peserta JKN-KIS dapat terlayani dengan mudah dan baik di fasilitas kesehatan sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya”katanya.

Selanjutnya menurut Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefudin, salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan sistem rujukan online adalah bagaimana agar sistem ini memberikan kemudahan dan kepastian layanan bagi peserta yang memerlukan rujukan ke FKRTL.

“Dari evaluasi yang kami lakukan, sepanjang fase uji coba penerapan rujukan online ini, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, antara lain penetapan mapping fasilitas kesehatan, kesesuaian data kapasitas yang diisi rumah sakit, dan proses sosialisasi yang masih perlu terus dioptimalkan, baik kepada stakeholder maupun kepada peserta JKN-KIS,” katanya.

Menurutnya, anggapan bahwa sistem ini berdampak pada berkurangnya jumlah rujukan ke rumah sakit kelas B maupun A secara signifikan, kurang tepat.

Faktanya, dari data yang ada, memang terjadi pergeseran distribusi pelayanan antarkelas rumah sakit, namun jumlahnya tidak terlalu besar, yakni berkisar antara 3-4% saja.

Sistem rujukan online juga tidak menutup kesempatan bagi peserta JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tujuan rujukan kelas B dan A selama sesuai dengan kebutuhan medis.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment