Berdasarkan Tata Cara Pemilihan Balon Ketua KNPI, Yusnil Amri Tidak Lolos

MUSDA DPD II KNPI Aceh Timur, digedung serbaguna pendopo Idi Rayeuk beberapa hari lalu (23/09/2018).

Beritakita.co | Yusnil Amri selaku Ketua KNPI yang terpilih secara aklamasi dalam Musda DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Aceh Timur pada Minggu, 23 September lalu bisa saja dinyatakan tidak lolos atau gugur. Karena, Yusnil tidak mendapatkan surat rekomendasi resmi dari PK dan OKP untuk menjadi bakal calon, namun ia mendapatkan secara personal, Rabu 26/09/2018.

Berdasarkan tata cara pemilihan bakal calon ketua KNPI, DPD KNPI dan MPI Aceh Timur BAB III Pasal 4 tertulis : 1. Bakal calon dinyatakan sah sebagai bakal calon setelah di verifikasi oleh Sterring Comitte MUSDA., 2. Setiap PK KNPI dalam Kabupaten/Kota dan OKP Aceh Timur hanya dapat merekomendasi 1 (satu) orang bakal calon ketua KNPI secara tertulis ditandatangani ketua dan sekretaris PK KNPI dan OKP., 3. Apabila surat rekomendasi pencalonan bakal calon Ketua yang dikeluarkan oleh PK dan OKP lebih dari 1 (satu) dukungan kepada bakal calon lainnya maka dinyatakan batal., 4. Pemilihan calon ketua KNPI diselenggarakaan dalam forum Musda.

Berdasarkan hal tersebut, rekomendasi untuk Yusnil Amri sebagai ketua jelas tidak memenuhi syarat yang diberlakukan dan disepakati bersama. Karena dilihat dari surat rekomendasinya tidak diberikan secara resmi atau secara kelembagaan, namun itu merupakan surat dukungan secara personal. Karena surat rekomendasinya tidak tertera Logo masing-masing organisasi dan hanya ditandatangani oleh ketua dari organisasi.

Sementara itu, M. Ridwan, Sos.I selaku Sterring Comitte dalam Musda DPD II KNPI Aceh Timur mengatakan bahwa, pihaknya hanya menerima berkas rekomendasi dari PK dan OKP untuk calon ketua.

“Kita hanya menerima surat rekomendasi dari PK dan OKP, kalau bentuk formatnya surat itu terserah pada lembaga PK dan OKP, yang penting bukan dari kami SC dan panitia. Jika merasa keberatan langsung ditanya pada yang bersangkutan yang tandatangani surat rekomendasi, apa benar dia tanda tangan surat, itu hak dari mereka, ini sudah clear semua”Katanya.

Saya tegaskan, sambung Ridwan, Musda telah selesai dan berjalan sesuai mekanisme. Sekarang semua telah tuntas dibahas dalam Musda. Jika ada yang keberatan sayangnya disampaikan dalam forum, bukan berpantuan diluar forum.” tuturnya.

Lebih lanjut, “Dalam forum juga ada di periksa berkas syarat balon ketua oleh pimpinan sidang, dan yang periksa itu Muhammad Ali dari pimpinan sidang dan ternyata juga tidak ada permasalahan, maka dalam forum sidang diputuskan memenuhi persyaratan sebagai calon, jadi sudah clear semua,” kata Ridwan.

Saat ditanya awak media Beritakita.co kapada Ketua SC, berdasarkan aturan mana yang digunakan sehingga sah menjadi Balon dalam Musda kemarin, Ridwan tidak lagi menjawab.

Kemudian saat dikonfirmasi kepada Muhammad Ali, ia membantah bahwa dirinya sebagai pimpinan sidang. “Saya bukan pimpinan sidang, saya anggota persedium sidang, saya juga tidak memeriksa kelengkapan calon, semua merujuk kepada aturan lembaga yang terdapat dalam panduan Musda dan aturannya apabila ada kekeliruan akan ditinjau kembali.” jawabnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment