Jembatan Singkil Semakin Parah, Kendaraan Dilarang Melintas

Beritakita.co | Salah satu Jembatan penghubung antar Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil di Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah semakin memperihatinkan, sehingga kendaraan di kawasan itu dilarang melintas karena dikhawatirkan semakin parah.

Pantauan Wartawan dilokasi, Jumat (21/09/2018) Jembatan yang berada di Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah itu, menghubungkan tujuan ke Kecamatan Singkohor dan menuju Kuta Baharu Aceh Singkil Desa Bukit Harapan menuju Kecamatan Gunung Meriah Aceh Singkil.

Jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian Masyarakat dan Perusahaan Perkebunan yang berdomisili di kawasan itu, namun kini kondisinya semakin memperihatinkan.

Disebut-sebut, jembatan itu kerap dilintasi truck yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) atau minyak Kelapa Sawit diduga bila dipaksakan, dan dikhawatirkan kondisi Jembatan semakin parah, sehingga bila melintas melalui jalan alternatif lain bersebelahan dengan Jembatan tersebut.

Truck bertonase tinggi dari tiga Pabrik Perkebunan Kelapa Sawit sudah sejak Juli lalu tidak bisa lagi melintas karena mengalami kerusakan dan kini kondisinya semakin parah, namun alternatif lain melintasi jalan yang bersebelahannya.

Darwis, ST Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan setempat saat dilokasi mengatakan, Jembatan sebenarnya sudah lama rusak, namun 2 hari terakhir semakin parah.

“Berbekal dari informasi masyarakat itu, kita bergerak ke lokasi untuk membuat jalan elak sehingga jembatan ini tidak terjadi kerusakan yang lebih parah lagi,” ungkap Darwis.

Sejauh ini semua kendaraan besar yang bermuatan tidak diizinkan melintas, hanya kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak bermuatan yang boleh melintasi jembatan.

“Kami meminta kepada Pemda setempat untuk secepatnya memperbaiki jembatan supaya akses jalan kembali normal,”ungkap Nasrudin, warga sekitar jembatan.

Menurut informasi, ungkap Darwis, pekerjaan jembatan ini sudah masuk dalam program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk diupayakan penanganan sebagai antisipasi kerusakan jembatan yang lebih parah lagi, namun hingga kini masih belum terealisasi.

Kontributor Aceh Singkil : Khairuman

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment