Diduga Jadi Tempat Esek-Esek, Belasan Wanita Diamankan dari Panti Pijat

Beritakita.co | Meskipun sudah ada larangan, tapi masih juga dilakukan seperti ditemukan di Kota Surabaya, Jawa Timur Jatim. Satreskrim dari Polrestabes Surabaya menggerebek panti pijat kebugaran yang diduga jadi tempat prostitusi di Ruko Barata Jaya 59 Blok B-16, Kecamatan Gubeng.

Saat digerebek petugas, ditemukan 14 terapis sedang melayani tamu. Sementara 3 terapis lainnya masih belum stanby. Selanjutnya mereka langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan.

Menurut informasinya, tempat pijat tersebut diduga juga memberikan layanan seksual. Adapun tarif yang dipatok berkisar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan KA (59) warga Surabaya sebagai tersangka dalam kasus perdagangan orang, dan ia-pun sudah ditahan di Mapolrestabes Surabaya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth, menjelaskan tersangka sebagai pemilik dan pengelola panti pijat plus telah beroperasi sejak sekitar 20 tahunan. Namun, lokasinya tidak pada satu tempat, melainkan berpindah-pindah.

“Dari penggerebekan itu, kami menyita sejumlah barang bukti seperti kondom, uang tunai Rp1.400 000, buku tamu dan tisu basah serta lotion,” terangnya kepada wartawan, Rabu 19/09/2018.

Ia menambahkan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 KUHP dan atau 506 KUHP.

Sementara tersangka KA mengaku tidak tahu bahwa para terapisnya juga memberikan pelayanan seksual terhadap para tamu saat proses pemijatan. Dirinya baru tahu ketika dilakukan penggerebekan.

“Kami hanya melayani pijat kesehatan dengan tarif Rp 100 ribu perjam dan dapat bonus air mineral untuk tamu. Saya menekuni usaha ini sejak tahun 1996,” Tutur KA.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment