Penyuplai Bahan Baku Pengolahan Perikanan ke Luar Negeri Harus Miliki Sertifikat

Beritakita.co | Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) mewajibkan seluruh penyuplai bahan baku pengolahan perikanan, mengantongi sertifikat pengendalian mutu untuk mendukung transaksi ekspor ke luar negeri.

Kepala Pusat Pengendalian Mutu BKIPM, Widodo Sumiyanyo mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sertifikat bagi 1.112 penyuplai produk perikanan diseluruh Indonesia. Mereka rata-rata punya lebih dari dua jenis produk pengolahan bahan baku ikan.

“Misalnya produk pembekuan, segar dan olahan. Itu semua harus punya sertifikat resmi dari kita sebelum diekspor ke 122 negara,” jelasnya. Seperti dilansir Beritakita.co, Kamis 13/09/2018.

Bahan baku ikan dari Indonesia sebesar 30 persen diantaranya dikirim ke Amerika Serikat. Selain itu, dikirim juga ke Tiongkok berkisar 12 persen sampai 13 persen, Jepang 10 persen dan Uni Eropa 9,3 persen.

“Khusus Eropa jadi barometer sistem jaminan mutu. Oleh sebab itu, kita lebih memperhatikan hal tersebut. Kita harus pastikan ketersediaan bahan baku udang, ikan tuna, cakalang, tongkol, cumi, gurita, blakutak, ikan karang dengan kualitas yang terbaik,” paparnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment