Alasan Jadi Wali Nikah, Napi di Rutan Idi Melarikan Diri

Beritakita.co | Seorang narapidana berhasil meloloskan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Idi pada 06 September lalu. Ia berhasil lolos setelah mendapatkan izin pulang dari petugas untuk menjadi wali nikah putrinya, Selasa 11/09/2018.

Diketahui, narapidana tersebut bernama lengkap Juaidi Bin Puteh (55) alias Amat Jenggo, warga Buket Siraja, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Jenggo tersandung kasus narkotika jenis sabu dan divonis 4 (Empat) tahun penjara.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Rutan Cabang Idi, Efendi kepada media mengatakan bahwa, seseorang yang mempunyai akal sehat wajar jika ingin meloloskan diri dari hukuman, baik secara diam-diam maupun dengan menggelabui petugas.

Hal ini yang dilakukan oleh Junaidi (Amat Jenggo) untuk meloloskan diri dari hukuman, ia membuat skenario pernikahan anaknya agar bisa mendapatkan izin keluar rutan untuk menjadi wali nikah. Efendi mengaku pihaknya memberikan izin tersebut berdasarkan surat permohonan resmi yang ditandatangani kepala desa dan juga diberikan pengawalan dari lapas. Selain itu, istri Junaidi juga menjadi jaminan jika terjadi macam-macam.

“Pengajuan izin tersebut sudah sesuai prosedur oleh narapidana, surat permohonan dari kepala desa juga lengkap dengan segala macam persyaratan, sudah tidak melanggar aturan yang berlaku. Kemudian kami proses deposisi ke subsidi pemerintah, laksanakan CPP segala macam, dan diberikan izin. 2 (Dua) petugas lapas cabang Rutan Idi juga ditugaskan untuk pengawalan, dengan diantar menggunakan mobil, sesampai disana juga sudah ada Tengku Imum bersama tiga orang masyarakat” ujarnya.

“Selesai mandi Junaidi langsung memakai baju koko untuk ke mesjid, karena beralasan acara pernikahan diadakan disana namun tiba-tiba dia kabur. Pihak kami langsung menuju untuk melihat kebenaran namun tidak ada acara pernikahan, bahkan anaknya saja tidak tau apa-apa,” cerita Efendi.

Setelah ditelusuri petugas, surat permohonan izin itu adalah palsu, bahkan saat itu kepala desa Buket Seraja sedang tidak ditempat, dan yang membuat surat tersebut adalah istri kepala desa bersama istri sang napi.

“Istri Geuchik yang melakukan tanda tangan suaminya, juga yang menstempelkan surat tersebut,” paparnya.

Efendi juga menambahkan, “Saat ini pihak lapas cabang rutan Idi sedang menelusuri keberadaan Junaidi alias Amat Jenggo, sedangkan istrinya yang menjadi jaminan juga sudah menyerahkan diri ke Polsek Julok,” tutupnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment