Korban Human Trafficking Dipekerjakan Sebagai Penjaja Sex Komersial

Beritakita.co | Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Rizki adrian, S.Ik menyebutkan, keterangan korban mereka tidak tahu dipekerjakan sebagai penjaja sex komersial atau dilokasi prostitusi.

“Sebelumnya para korban mengira dipekerjakan sebagai pelayan cafe di negara Malaysia dan ternyata sampai di Malaysia dipekerjakan sebagai penjaja sex komersial.”ungkap Iptu Adrian, Jumat (07/09/2018) pagi dihadapan awak media.

Ia menambahkan, tersangka diberikan biaya operasional 100 ribu perhari oleh toke jaringan prostitusi, sementara pemberangkatan korban dibiayai jaringan sex komersial dari pesawat hingga penginapan.

BACA JUGA : Perdagangan Manusia Lintas Negara Berhasil Diungkap di Lhokseumawe

“Tersangka awalnya membawa korban ke Medan atau Batam, sampai disana mereka dijemput dan dibuatkan paspor oleh jaringan prostitusi internasional dan selanjutnya berangkat menuju Malaysia.”pungkas Iptu Riski Adrian.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe, Kamis (06/09) sore menangkap seorang wanita berinisial FA (29) dirumahnya karena terlibat kasus tindak pidana perdagangan manusia (Human Trafficking) lintas negara antara Provinsi Aceh dan Negara Malaysia sejak sepuluh bulan terakhir.

Penangkapan itu bermula dari pengakuan dua orang korban berinisial NW (24) dan DY (20) yang melaporkan kalau dirinya menjadi korban perdagangan manusia yang dilakukan oleh tersangka.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment