LMND Aceh Desak Pemerintah Segera Turun Tangan Terkait Pencemaran Lingkungan di Nagan Raya

Beritakita.co | Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Aceh, Munzir Abe angkat bicara terkait pencemaran lingkungan akibat limbah dan debu yang berasal dari aktivitas beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Senin 27/08/2018.

Pasalnya, dampak dari limbah dan debu hasil eksploitasi batubara yang dilakukan oleh perusahaan PT. LU Nagan Raya dan Stockpile (lokasi penumpukan batubara) PT. Mifa Bersaudara tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili di Dusun Gelanggang Meurak, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

“Dari aktivitas tersebut berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, bahkan berpotensi menimbulkan penyakit kronis yang bisa merusak sistem organ tubuh manusia” kata Munzir Abe.

Menurut Pasal 1 angka 14  Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (“UU PPLH”) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Aktivis Mahasiswa itu menambahkan, pada dasarnya setiap orang atau perusahaan, melakukan suatu proyek yang menimbulkan pencemaran atau perusakan lingkungan, wajib melakukan penanggulangan serta pemulihan terhadap lingkungan hidup tersebut.

Setiap perusahaan jika terdapat secara sengaja membuang limbah ke dalam sungai bisa terancam pidana dengan hukuman penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar. Hal itu sudah diatur dalam Pasal 60 Jo dan Pasal 104 UU PPLH.

“Ini merupakan persolan yang sangat serius. Untuk itu, kami selaku Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Aceh, meminta Pemerintah setempat untuk menindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar hukum, bila perlu Pemerintah harus mencabut izin operasinya. Karena hal ini tidak boleh dibiarkan, mengingat dampaknya sangat berbahaya bagi hajat hidup masyarakat banyak.” tegas Munzir.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment