Golkar Targetkan 18 Persen Kemenangan di Pemilu Legislatif

Beritakita.co | Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjamin partainya tidak akan bermain di dua kaki atau dua kubu bakal pasangan calon yang bertarung pada Pilpres 2019.

Hal itu merespons pertanyaan awak media terkait sikap Golkar yang berpotensi seperti pada Pilpres 2014 karena muncul dugaan perpecahan di kubu internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

“2019 ini kan Golkar sudah memutuskan di Rapimnas maupun di Munas. Jadi kita justru dari awal berbeda dengan pemilu sebelumnya. Jadi kita justru sudah memutuskan di awal,” kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Senin 27/08/2018.

Saat ini, kata Airlangga, Golkar telah solid mendukung bakal pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Dukungan itu sesuai keputusan Rapimnas dan Munaslub 2017.

Berbeda halnya ketika 2014. Saat itu, muncul dua kubu yang mendukung dua pasangan calon berbeda yaitu Jokowi dan Prabowo Subianto.

Sedangkan kini, Airlangga menyebut isu perpecahan yang berhembus bukan berasal dari kalangan pengurus, melainkan dari kader yang maju mencalonkan diri sebagai anggota DPD dan tak berhak mengatasnamakan partai.

“Jadi kita sudah sampaikan, DPP itu sepenuhnya solid dan pemenangan pemilu sudah siap bekerja,” ujarnya.

Meski demikian, Airlangga enggan membicarakan sanksi atas kader yang menghembuskan isu tersebut. Menurutnya partai fokus meraih target pemilu legislatif dengan kemenangan 18 persen dan memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Disisi lain, politikus senior Golkar Fadel Muhammad sebelumnya menyayangkan munculnya nama Ketua MUI Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo di ajang Pilpres 2019.

Menurut Fadel, pemilihan Ma’ruf Amin sebagai pendamping Jokowi justru memicu perpecahan di internal Golkar karena sejak awal kader berharap bisa mendapatkan posisi cawapres.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment