Berusaha Kabur, Salah Seorang Napi di Rutan Idi Meninggal Dunia

Beritakita.co | Salah seorang Narapidana (Napi) dikabarkan meninggal dunia setelah berusaha meloloskan diri dari penjara, Cabang Rutan Idi, Kabupaten Aceh Timur pada saat yang lainnya sedang melaksanakan ibadah Shalat Ashar, Minggu 26/08/2018 sekitar pukul 16.00 WIB.

Narapidana yang meninggal dunia tersebut diketahui atas nama Zulfan Bin Ismail warga Gampong Cot Hasan, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur merupakan terpidana kasus narkoba dengan hukuman 4 tahun penjara. Ia berusaha meloloskan diri dari penjara bersama 3 rekannya yang lain.

Dr. Cut Vani yang bertugas diruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS. Graha Bunda mengatakan bahwa, Zulfan tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.00 waktu setempat, dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan terdapat luka robek dibagian belakang lutut sebelah kirinya. Menurut diagnosa para medis, Zulfan meninggal karena kehabisan darah.

“Narapidana tersebut tiba di rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal dunia, terdapat luka robek dikaki kirinya sebesar 2 cm dengan kedalaman 5 cm. Akibat luka tersebut membuat pembuluh darah utama pecah, dan mengeluarkan darah cukup banyak kemudian darahnya habis, sehingga meninggal dunia.” ujar Cut Vani.

Kalapas Kelas II Cabang Idi, Efendi, SH kepada awak media menjelaskan, narapidana yang meninggal dunia mengalami luka sobek dibagian belakang lututnya, diguga akibat tersangkut pagar besi tembok lapas saat melompat keluar untuk melarikan diri.

“Kejadian tersebut terjadi saat semua sedang melaksanakan ibadah shalat ashar, secara tiba-tiba 4 orang narapidana berusaha melarikan diri dengan cara menaiki jerejak besi dibelakang Lapas dan meloncat ke atap kamar tahanan wanita, bahkan salah satu diantaranya sempat lolos keluar dan kini sudah meninggal dunia”ujarnya.

Efendi juga menjelaskan, “Napi yang meninggal dunia tersebut mengalami luka dibagian belakang lutut kirinya, diduga akibat tersangkut dengan pagar besi saat melompat keluar untuk melarikan diri, namun masih digagalkan petugas.

Sebelum meninggal dunia, Zulfan bersama tiga rekannya yang lain langsung diamankan dan dimintai keterangan oleh petugas Lapas Cabang Rutan Idi.

“Zulfan sempat kita introgasi dulu diruangan, namun melihat darah yang keluar cukup banyak sehingga langsung kami hubungi ambulan untuk dirujuk kerumah sakit, namun sampai disana doktor menyatakan ia sudah meninggal,” kata Efendi.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment