Diduga Sejumlah PPK di Aceh Timur Grogoti Biaya Operasional PPS

Beritakita.co | Ditahun politik seperti ini, banyak tikus-tikus baru bermunculan dikalangan penyelenggara pemilu, bukan bertugas untuk menyukseskan pemilu yang bersih, malah menjadikan momen ini untuk azas mencari manfaat bagi kalangan tertentu, Sabtu 25/08/2018.

Berdasarkan keterangan dari Ketua PPS (Panitia Pemungutan Suara) di Kecamatan Idi Timur dan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur pada beberapa waktu lalu mengaku, biaya operasional PPS terjadi pemotongan oleh pihak PPK dengan jumlah yang lumayan besar.

Diketahui, biaya operasional untuk PPS setiap Kecamatan se-Kabupaten Aceh Timur sebesar Rp 1.182.000 (Satu Juta Seratus Delapan Puluh Dua Ribu Rupiah).

“Yang dikasih sama kami hanya Rp 800.000, yang lainnya dipotong oleh PPK dengan alasan untuk buat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dan biaya pengantaran berkas PPS ke kantor KIP juga dibebankan kepada PPS” ujar salah seorang Ketua PPS yang di Kecamatan Peudawa namun enggan namanya ditulis media.

Mau atau tidak LPJ tersebut harus mereka yang buat, karena format ataupun contoh LPJ itu tidak pernah diberikan kepada kami, kalaupun kami paksa buat pasti akan disalahkan terus,” tambahnya.

Hal yang sama juga dialami oleh PPS di Kecamatan Idi Timur, bahkan biaya operasional beberapa bulan yang lalu yang diterima oleh PPS hanya Rp 600.000 namun kini sudah ditambah menjadi Rp 800.000.

“Biaya operasional kami beberapa bulan yang lalu hanya Rp 600.000 yang diberikan oleh PPK, namun entah kenapa kini sudah uang tersebut sudah ditambah Rp 800.000, dan yang beberapa bulan lalu juga dikembalikan,” kata salah seorang Ketua PPS di Kecamatan Idi Timur, ia juga meminta namanya untuk tidak dipublis.

Ketua PPS juga berharap agar Laporan Pertanggung Jawaban yang sudah menjadi tugas mereka dapat dikerjakan sendiri, namun PPK bisa membina dalam setiap tugas yang dikerjakan, jangan terkesan terlalu memaksa PPS supaya harus mengikuti sistem yang dibuat oleh PPK.

Sementara itu, Ketua PPK Kecamatan Idi Timur dan Peudawa saat dihubungi media beberapa waktu lalu mengakui pemotongan uang operasional PPS tersebut, dan yang mereka salurkan kepada masing-masing PPS sebesar Rp 800.000 (Delapan Ratus Ribu Rupiah).

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment