Nazaruddin Kecam Pernyataan Sekjen DPM Unimal “Baca Alquran Adalah Rasisme”

Beritakita.co | Nazaruddin selaku Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Malikussaleh, mengecam keras terkait pernyataan Sekjen DPM Unimal yang mengatakan bahwa baca Alquran adalah tindakan rasisme, Jumat 24/08/2018.

Seperti yang dimuat disalah satu media online beberapa waktu lalu. Sekjen DPM Unimal terpilih mengatakan bahwa,”Karena dilihat dari sudut pandang kita sebagai seorang Mahasiswa juga bisa melihat, dalam pemilihan Rektor tidak boleh adanya unsur rasisme. Jika beberapa Mahasiswa meminta adanya tes baca Alquran oleh Calon Rektor di PTN yang ada di Aceh, apa yang terjadi di Provinsi Papua? Mereka akan mewajibkan Calon Rektor beragama Kristen?, Apa yang terjadi di Bali?, Mereka mewajibkan Calon Rektor beragama Hindu? ini hanya akan menimbulkan konflik Nasional.”

Menanggapi hal tersebut, Nazaruddin mengatakan bahwa statmen DPM Unimal tersebut adalah bentuk gagal moral yang harus dipertanggungjawabkan.

“Alquran adalah kalam tuhan yang sempurna, jika kemudian pengurus DPM Unimal terpilih mangatakan Baca Alquran adalah rasisme, maka ia harus mempertanggung jawabkan pernyataannya sebagai salah satu pimpinan Organisasi Mahasiswa, seharusnya bisa mengerti lebih luas,” ujar Nazaruddin.

Dalam bingkai sejarah, kata Nazaruddin, peradaban Kerajaan Malikussaleh adalah Kerajaan Islam paling terpengaruh di Asia Tenggara pada masanya. “Jangan kemudian kita merusak bingkai sejarah yang menjadi identitas dasar masuknya Islam di Asia Tenggara melalui Aceh.

Maka atas dasar pertimbangan ini kami mengecam pernyataan tersebut. Karena apapun alasannya, baca Alquran bukan rasisme, anda salah besar jika berfikir demikian. Jangan sampai ahoker melebar dimana-mana, ini Aceh Darussalam,” tutur Nazaruddin.

Oleh karenanya, saya meminta pengurus DPM Unimal terpilih untuk segera mencabut dan bertanggung jawab secara struktural atas statementnya yang telah membuat keresahan dikalangan masyarakat itu, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan dikemudian hari.” pungkas Nazaruddin.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment