Bem Feb Unimal Minta Kejelasan Pemilihan Rektor

Beritakita.co | Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh (BEM FEB UNIMAL) Lhokseumawe mempertanyakan jadwal pemilihan rektor yang sudah molor dan belum ada kejelasan.

Maswadi selaku Ketua Bem Feb Unimal mengatakan kepada media ini Minggu (19/08/2018), pemilihan Rektor mengacu kepada Permendikti Nomor 19 Tahun 2017. “Seharusnya pemilihan orang nomor satu di Kampus ini harus dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2018, sesuai dengan tahapan yang telah menjadi ketetapan senat Unimal,” Katanya.

“Tetapi dalam 2 hari terakhir ini beredar di media sosial surat atas nama Menristekdikti yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Ainun Naim yang ditujukan kepada Rektor selaku Ketua Senat. Dalam surat tersebut Kemenristekdikti meminta agar pemilihan rektor ditunda karena Kementerian akan melakukan rekam jejak terhadap calon,” Imbuhnya.

Mahasiswa menilai penundaan ini memunculkan berbagai spekulasi dikalangan mahasiswa dan insan kampus. Terutama karena panitia yang sangat tertutup dan tidak memberikan informasi kepada kalangan kampus” kata Maswadi.

“Kami menilai bahwa penundaan ini sangat berkaitan dengan adanya indikasi Pelanggaran pada keanggotaan Senat, Universitas Malikussaleh Aceh, yang akan melakukan pemilihan.

Lanjutnya, “Diantaranya adanya dosen yang sedang tugas belajar dan dosen yang non aktif karena mendapat penugasan sebagai penyelenggara pemilu, namun masih aktif di senat untuk memberikan suara. Belum lagi banyak anggota senat dari wakil dosen yang menduduki jabatan struktural di kampus, namun masih dipertahankan sebagai anggota senat dari wakil dosen.

Spekulasi lainnya adalah pemilihan ini akan ditelisik oleh Kementerian karena pada pemilihan bakal calon beberapa waktu yang lalu panitia meloloskan bakal calon yang masih dalam masa Pendidikan. ” Masih dijumpai calon rektor yang mendaftar pada tanggal 25 Juni, sementara yang bersangkutan masih mengikuti wisuda pada 30 Juni.” Ungkapnya.

“Dalam Permendikti Nomor 19/2017 disyaratkan bahwa calon rektor tidak sedang tugas dan ijin belajar selama lebih 6 bulan. Kami komponen mahasiswa mengharapkan agar pihak Kemenristekdikti dapat meluruskan proses pemilihan rektor ini dengan cara menjalankan sesuai dengan aturan sehingga dapat menghasilkan rektor yang memiliki legitimasi yang kuat,” Tutupnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment