73 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Simpang Jernih Masih Sulit Mendapat Pelayanan Kesehatan

Beritakita.co | Sudah 73 Tahun pasca Indonesia Merdeka namun untuk masyarakat Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur masih belum pernah merasakan nikmat dari kemerdekaan tersebut.

Tidak adanya jalur transportasi darat salah satu hal yang membuat desa itu terisolasi, bahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan saja sangat sulit, bisa dikatakan masyarakat disana tidak dibolehkan untuk sakit.

Diketahui, untuk menuju ke Kecamatan Simpang Jernih harus melalui jalur sungai menggunakan boat dari Kabupaten Aceh Tamiang, karena wilayah tersebut merupakan satu-satunya jarur akses untuk sampai kesana.

Salah seorang Mahasiswa asal Desa Tampur Paloh, Karnadi kepada media mengatakan, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan warga desa tersebut harus melewati jalur sungai menggunakan boat yang menghabiskan waktu 3-4 jam menuju Puskesmas Kecamatan Simpang Jernih. Jika pasien harus dirujuk ke RSUD Kabupaten Aceh Tamiang bisa menghabiskan waktu 7-8 jam menggunakan jalur yang sama.

“Sangat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan disana, karena jarul akses darat tidak ada sama sekali” ujar Karnadi Selasa 06/08/2018.

Untuk membawa pasien ke Rumah Sakit harus menggunakan boat dengan melewati jalur sungai, yang menghabiskan waktu berjam-jam. Tidak hanya warga Desa Tampur Paloh, hal yang sama juga dirasakan oleh warga Desa Tampur Boor, Desa Melidi Hati, Desa Rantau Naru dan Desa Rantau Panjang” tambahnya.

Karnadi juga mengatakan bahwa, masyarakat Simpang Jernih sudah merasakan hal itu sejak Indonesia belum merdeka, bahkan sampai sekarang belum ada perubahan sama sekali. ” Kami berharap kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk merealisasikan pengadaan jalan darat diwilayah kami,” tandas Karnadi.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment