Penggunaan ADG di Desa Lhok Meureu Diduga Tidak Transparan

Beritakita.co | Dana Desa atau Dana Gampong merupakan berkah yang berpotensi menjadi bencana. Pasalnya, jika tidak dikelola dengan baik, dana berjumlah ratusan juta atau bahkan milIaran rupiah tersebut akan berubah menjadi bencana.

Alokasi Dana Gampong (ADG) yang dikucurkan Pemerintah Pusat maupun dari APBD itu harus diumumkan pada publik secara transparan, khususnya kepada warga desa setempat, agar pembangunan di desa dapat berlangsung secara kondusif dan untuk menghindari timbulnya kecurigaan publik serta dapat mencegah terjadinya penyelewengan pada penggunaan dana itu sendiri.

Namun berbeda halnya yang diduga terjadi di Gampoeng Lhok Meureu, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur yang beredar kabar saat ini. Sebagian masyarakat menduga penggunaan ADG di gampong tersebut tidak transparan dan dicurigai banyak terjadi penyelewengan.

“Bagaimana bisa dikatakan transparan selama penggunaan anggaran tahun 2017 tidak pernah dibuat rapat (musyawarah) dengan masyarakat umum, baik sebelum digunakan dana itu maupun sesudahnya. Ada dibuat rapat tetapi hanya sesama perangkat desa, bukan dengan masyarakat,” kata Jamal salah satu warga Lhok Meureu kepada Beritakita.co, pada Jumat 27/07/2018 disalah satu warung kopi di kota Idi.

Menurut Jamal hal itu sangat perlu dan wajib dilakukan agar masyarakat bisa secara langsung memantau kemana dan untuk apa saja digunakan dana yang dikucurkan oleh Pemerintah tersebut, supaya masyarakat tidak menaruh curiga adanya penyelewengan terhadap Pemerintah Desa.

Jamal juga menceritakan bahwa, Keuchik (Kepala Desa) Gampong Lhok Meureu seperti menyembunyikan sesuatu dari masyarakat, dibuktikan saat mengadakan rapat pertanggung jawaban untuk anggaran tahun 2017 yang dilaksanakan di Meunasah desa setempat, pada Selasa, 24/07/2018 lalu, yang dibacakan kepada masyarakat adalah hasil dari buku dairinya dan sangat diragukan kebenaran.

“Kami masyarakat mencurigai adanya kecurangan penggunaan ADG saat meminta Laporan Pertanggung Jawaban (RPJ) penggunaan angaran tahun 2017 kepada Keuchik yang tidak pernah dikasih atau diperlihatkan, yang selalu dibacakan saat rapat seperti kemarin (24/07-red) adalah buku yang ditulis sendiri dan sangat kita ragukan kebenarannya. Jika memang Keuchik tidak berbuat curang, pasti tidak mungkin takut untuk menyerahkan LPJ tersebut kepada kami, supaya tidak terjadi fitnah nantinya” tambah Jamal.

Kami berharap kepada Aparat Pemerintahan Gampong Lhok Meureu untuk bersikap transparan dengan masyarakat atas penggunaan ADG tahun 2017, jangan selalu membodohi masyarakat karena kepentingan anda sendiri,” tandas Jamal.

Seperti yang diketahui, dana desa/dana gampong pada intinya dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat, mendorong pembangunan infrastruktur, mendongkrak perekonomian warga dan jenis pemberdayaan lainnya di desa. Transparansi mutlak dilakukan pemerintah desa agar kepercayaan publik dan warga akan penggunaan dana desa itu sendiri.

Semua Kepala Desa jangan sampai mengangkangi UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi publik dan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dalam pengelolaan Dana Desa.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment