Tersangka dan Berkas Dugaan Korupsi Bantuan Ternak Diserahkan ke Kajati Aceh

Beritakita.co | Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Lhokseumawe dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, SH menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti tahap II ke Kejaksaan Tinggi Banda Aceh terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan ternak yang disalurkan melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan Kota Lhokseumawe.

Tersangka dan barang bukti diterima Kajari Lhokseumawe dan Kasi Pidsus di Kantor Kejaksaan Tinggi Banda Aceh,” Kamis (26/07/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kasus korupsi bantuan ternak tersebut dengan anggaran mencapai Rp 14.505.500.000 yang bersumber dari APBK Kota Lhokseumawe tahun 2014 dan menelan kerugian negara mencapai Rp 8.168.730.000.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik, Melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu SH menyebutkan, dugaan kasus korupsi bantuan ternak tersebut sudah mangkrak dalam proses sekitar tiga tahun dan saat ini sudah clear. Penyerahan tersangka dan barang bukti berlangsung di Kejaksaan tinggi Banda Aceh. “Kasus ini merupakan atensi dan prioritas serta menjadi target unit Tipikor Sat Reskrim Polres Lhokseumawe dalam mengungkap kasus korupsi diwilayah hukum Polres Lhokseumawe, karena kasus itu menelan kerugian negara yang besar mencapai miliaran rupiah.” Sebutnya.

Sambungnya, Ketiga tersangka kasus korupsi yang diserahkan yakni drh. IS (44) selaku Kasubag program Dinas DKPP Kota Lhokseumawe tahun 2014 dan selaku PPK dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya, tersangka drh. DA (48) selaku Kabid Pertenakan di Dinas DKPP Kota Lhokseumawe tahun 2014 dan selaku PPTK dalam kegiatan itu.

Selanjutnya, tersangka RB selaku Kepala Dinas DKPP Kota Lhokseumawe tahun 2014 dan selaku Pengguna Anggaran dalam kegiatan tersebut.”imbuhnya.

Mereka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2), ayat (3) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Subs Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.” pungkasnya.

Kontributor Aceh Utara : Muhammad Furqan

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment