Korupsi Hambat Integrasi Sosial di Aceh

Beritakita.co | Akhir-akhir ini masyarakat Aceh dihebohkan dengan isu korupsi yang menjerat Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi beberapa waktu yang lalu.

Pasalnya, penangkapan itu dilakukan pihak KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang kemudian kasus tersebut menjadi topik Nasional atau bahkan Internasional.

Selang beberapa hari setelah itu muncul gerakan yang menamakan diri sebagai Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) sudah 2 kali melakukan aksi protes agar KPK membebaskan Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf.

Munzir Abe atau yang lebih akrab disapa Tengku Abe salah satu Aktivis LMND Aceh, meminta kepada massa Aksi yang mengatas namakan diri (KMAB) agar mengikuti proses hukum dan konstitusi yang berlaku didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika massa Aksi terus menuruti nafsu jumawah-nya bisa menimbulkan konflik baru bahkan akan mengganggu keamanan nasional.

“Bisa saja mereka mengancam, mengintimidasi, bahkan intervensi kepada orang-orang yang kontra terhadap gerakan mereka, ketika hal ini terjadi akan berefek pada keresahan publik yang traumatik terhadap konflik beberapa tahun yang telah lalu” ujar Munzir Abe kepada media, Kamis 19/07/2018.

Ia dengan tegas menyuarakan kepada Masyarakat bahwa musuh bersama, “Saya dengan tegas mengatakan kepada seluruh masyarakat Aceh, korupsi merupakan musuh bersama dan jika ada kelompok yang ingin memberdayakan korupsi berarti mereka juga musuh rakyat.

Karena korupsi merupakan bentuk lain dari penjajahan maka harus kita perangi bersama dan juga kelompok atau golongan yang memberdayakan korupsi tersebut” sambung Tengku Abe.

Menurut Tengku Abe, korupsi dapat menghambat proses integrasi sosial untuk memulihkan kondisi Aceh dari konflik kepada mengisi perdamaian.

Pemulihan dimaksud, untuk kemakmuran bersama dalam bingkai perdamaian menuju kesejahteraan secara merata dan kemudian distribusi keadilan tersebut dapat dirasakan oleh rakyat Aceh.

“Jika korupsi diberdayakan maka kondisi Aceh sudah gawat saudara-saudara”ucap Munzir.

Munzir Abe juga menghimbau kepada Masyarakat untut melaporkan kepihak keamanan/Kepolisian jika mendapatkan ancaman dari orang-orang yang tidak dikenal, atau bisa dikatakan “Mereka Itu” pendukung korupsi, untuk kemudian ditindak tegas sesuai Undang-Undang yang berlaku.

“Saya berharap masyarakat Aceh untuk mendukung KPK dalam upaya sapu bersih para pejabat korup yang sudah mewabah diseluruh Tanah Rencong ini. Dengan cara PRO AKTIF untuk saling menyadarkan bahwa koruptor adalah musuh bersama bukan sahabat setia yang harus dibela. Karena kejahatan kemanusiaan yang mereka perbuat telah merugikan orang banyak dan menghambat proses memanusiakan manusia menuju kesejahteraan yang sama rata di Bumi Aceh,”tutupnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment