Hari Pertama Sekolah di Pedalaman Aceh Timur

Beritakita.co | Tanggal 16 Juli 2018 merupakan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2018-2019 secara umum di Indonesia, khususnya Provinsi keistimewaan Aceh. Begitu juga halnya dengan sekolah-sekolah di pedalaman Kabupaten Aceh Timur.

SMP Negeri 1 Lokop, merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang terletak jauh di pedalaman Aceh Timur, tepatnya di Desa Nalon, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Untuk mencapai lokasi sekolah saja, kita harus melewati jalan yang hancur dan jarak kurang lebih memcapai 90 km. dari pusat Pemerintahan Aceh Timur.

Namun, tidak menurunkan semangat para siswa/siswi dalam menuntut ilmu di sekolah tersebut. Biarpun demikian, masih banyak yang harus dibenahi dan diperhatikan agar terasa lebih nyaman dalam mendidik generasi bangsa yang berprestasi.

Salah seorang Siswi kepada Beritakita.co mengaku masih kurang nyaman dalam belajar, karena kedisiplinan dan kebersihan disekolahnya masih perlu diperbaiki.

“Tidak nyamannya karena disini masih kurang disiplin dan bersih” Ujar Puspita Wulandari salah satu murid di SMP 1 Lokop, Senin 16/07/2018.

Untuk sarana dan prasarana olahraga juga tidak ada,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lokop, Dra. Bersih Tarigan menilai, di hari pertama sekolah tahun ajaran 2018-2019 sudah cukup disiplin, dilihat dari kehadiran semua guru meskipun ada yang berasal dari luar daerah.

“Saya rasa cukup disiplin, melihat semua guru bisa hadir di sekolah meskipun meraka ada yang berasal dari luar daerah, biarpun tadi sudah telat melaksanakan upacara bendera, karena tadi menunggu saya hadir untuk menjadi pembina, lagi-pun saya datang dari Peunaroen dengan jarak tempuh 3-4 jam dalam kondisi jalan sangat exstrim,” katanya.

Ia juga mengatakan, “Jumlah Siswa disekolah saat ini sudah mencapai 300 orang, namun untuk tempat buang air saja (WC) cuma 1, sehingga untuk kebersihan masih perlu ditingkatkan. Sekolah kita juga membutuhkan tambahan ruang kelas karena jumlah siswa yang meningkat, serta sarana dan prasarana olahraga yang memadai,” ungkapnya.

Ia juga mengharapkan kepada Pemerintah, semoga ada penambahan buku bacaan dan juga sarana Komputer untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) nantinya.

“Kita juga kekurangan buku bacaan dan Komputer untuk memghadapi UNBK kedepan, dan saya berharap Pemerintah bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” tandasnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment