Terbukti Halangi Penyidikan Kasus Korupsi, Dr Bimanesh Divonis 3 Tahun Penjara

Beritakita.co | Setelah melalui proses persidangan yang panjang, Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo divonis 3 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider satu bulan penjara oleh Majelis Hakim Tipikor, Senin 16/07/2018.

Dalam kasus ini, Bimanesh diyakini Majelis Hakim bekerjasama dengan pengacara Fredrich Yunadi telah melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dan merintangi penyidikan perkara korupsi.

“Mengadili, menyatakan terdakwa dr. Bimanesh Sutarjo terbukti secara sah melakukan pidana merintangi penyidikan perkara korupsi. Menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp150 juta. Apabila tidak dibayar diganti kurungan satu bulan,” kata Hakim Ketua Mahfudin.

Dalam pertimbangannya, Hakim menilai, Bimanesh tidak mendukung program pemberantasan korupsi dan telah merusak citra profesi dokter. Bimanesh dinyatakan terbukti melanggar pasal 21 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU no 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana karena menghalangi proses penyidikan kasus Korupsi proyek e-KTP.

Bimanesh divonis lebih ringan dari tuntutan Jaksa, yakni hukuman enam tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sementara itu, Hakim mempertimbangkan unsur yang meringankan dan memberatkan dalam menjatuhkan vonis.

Unsur meringankan, Bimanesh dianggap sopan selama persidangan dan sebelumnya tidak pernah terlibat kasus hukum dan masih memiliki tanggungan keluarga. Kemudian, Bimanesh dinilai berjasa di dunia kesehatan selama 38 tahun.

Sedangkan unsur yang memberatkan, terdakwa dinilai tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Selain itu, tindakan Bimanesh mencederai dan merusak citra profesi dokter.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment