Kecurangan Terbongkar, Peserta Tes Masuk STAN Digugurkan dan Diproses

Beritakita.co | Delapan peserta tes pendidikan ikatan dinas, Politeknik Keuangan Negara, Sekolah Tinggi Administrasi Negara (PKN STAN) tak bisa berkutik. Praktik curang mereka terbongkar saat mengikuti tes.

Aksi mereka sempat lolos dari pemeriksa sebelum tes. Modusnya cukup rapi dan terbilang profesional. Mereka menggunakan kamera mini atau spy camera yang terhubung dengan gawai.

Kepala Kantor Regional IV Makassar, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Sayadi membeberkan, delapan orang itu memasang kamera kecil dilengan bajunya. Kamera itu terhubung dengan gawai yang diselipkan dalam pakaian dalam.

“Kamera ini fungsinya untuk menyorot soal di layar monitor. Gambar yang terekam kamera tersebut terhubung ke gawai yang sudah disetel khusus. Hasil rekaman itu juga terhubung dengan gawai yang dikendalikan orang luar,” jelasnya.

Ponsel mereka-pun, lanjut Sayadi, juga terhubung dengan aplikasi Whatshapp. Setelah itu, ada beberapa rangkaian kabel dari ponsel yang terhubung ke telinga peserta. “Jadi semua sudah lengkap. Kamera itu menghubungkan orang yang akan memberikan jawaban yang terhubung lewat ponsel. Jadi yang jawab ini dari luar,” katanya.

Aksi peserta tersebut terbongkar saat mengikuti tes 29 Juni dan Senin 2 Juli. Namun karena untuk kepentingan pengembangan, BKN baru merilisnya kemarin. Beberapa pelaku diketahui anak pejabat daerah. Salah satunya dari Kabupaten Sidrap. Identitas delapan orang itu masih dirahasiakan dengan alasan masih pengembangan.

Sayadi mengakui, aksi ini memang sempat tak terpantau pemeriksa. Apalagi peserta perempuan ini mengenakan jilbab, sehinga semua tertutup. Kameranya sangat kecil, sesaat sebelum tes dimulai peserta yang berlaku curang tersebut sempat izin keluar ke kamar kecil.

Aksi mereka baru ketahuan saat ponsel salah satu peserta berbunyi saat mengikuti tes. Pengawas-pun langsung memeriksa, ternyata dibalik pakaian dalam mereka ada perangkat khusus yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang luar.

Dia yakin ini berjaringan. Makanya pihaknya melaporkan tindakan tersebut ke Polda Sulsel untuk langkah tindak lanjut, Selasa, 3 Juli kemarin. Kedelapan calon pelajar ikatan dinas ini-pun langsung dinyatakan gugur, tak lagi bisa ikut seleksi lanjutan yang dilakukan secara online.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, penyidik masih menelusuri terkait laporan kecurangan peserta tes di STAN. Perbuatan itu merupakan penipuan, lantaran berbuat curang. Kita proses orangnya,” ujarnya.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment