Gonta-Ganti Pacar, Topeng Kerapuhan Diri?

Beritakita.co | Tak sedikit yang beranggapan orang yang sering berganti pacar adalah orang yang percaya diri. Biasanya kita berpikir bahwa mereka merasa dirinya menarik dan punya kemampuan untuk jadi magnet bagi lawan jenis. Sebagian dari mereka diberi label player, dan beberapa di antara mereka memang player.

Akan tetapi, ada sebagian lainnya yang bukan player. Justru mereka adalah orang-orang yang rapuh dan tidak percaya diri. Berganti-ganti pacar merupakan cara untuk menutupi kerapuhan itu dan merasa lebih baik.

Merasa Kurang Berharga

Kita pernah berpikir, “Wah, dia ganti pacar terus. Pasti karena dia percaya diri makanya berani deketin banyak orang.” Pikiran tersebut tidak sepenuhnya benar.

Punya pacar baru dapat meningkatkan harga diri (self-esteem). Mencari pacar baru dilakukan untuk meningkatkan harga diri bagi orang yang memiliki harga diri rendah. Seseorang akan selalu merasa ada yang kurang jika memiliki harga diri rendah. Perasaan kurang tersebut mendorong seseorang untuk terus menerus mencari validasi dari orang lain. Berganti-ganti pacar adalah salah satu cara yang dianggap mampu memvalidasi kemampuan diri.

Sebaliknya, ketika hubungan kandas, harga diri akan jatuh. Mencari pacar baru merupakan usaha untuk kembali menaikkan harga diri. Hubungan romantis membuat seseorang merasa cukup layak dan patut untuk mendampingi orang lain. Memiliki seseorang yang dapat menerima apa adanya juga menjadi salah satu hal yang membuat seseorang merasa harga dirinya naik.

Selalu Merasa Insecure

Kelekatan adalah ikatan emosional mendalam yang terbentuk antara dua orang. Kelekatan akan mulai terbentuk saat bayi, dan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan seseorang. Terdapat beberapa tipe kelekatan, dua di antaranya adalah kelekatan anxious dan avoidant.

Seseorang yang memiliki kelekatan anxious maupun avoidant, akan mengalami banyak masalah di dalam hubungan romantisnya. Jika seseorang memiliki kelekatan anxious, ia akan sulit percaya, mudah curiga, namun lekat (clingy) di waktu bersamaan. Jika seseorang memiliki kelekatan avoidant, ia akan sulit berkomitmen karena takut pacarnya akan terlalu lekat padanya. Keduanya akan mudah berganti pacar.

Seseorang yang memiliki kelekatan anxious akan berganti-ganti pacar karena ketika hubungannya berakhir, ia akan kehilangan tempat bergantung dan merasa butuh segera mencari pengganti. Sementara itu seseorang yang memiliki kelekatan avoidant akan berganti-ganti pacar karena tidak ingin “kemandiriannya” direnggut pacarnya, dan terus mencari hubungan yang minim komitmen.

Kekurangan Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang

Beberapa orang kekurangan kasih sayang (afeksi) dari orang tuanya sehingga mencarinya pada sosok lain, termasuk pacar. Manusia memiliki kebutuhan untuk dicintai dan merasa dimiliki, yang berperan besar dalam menentukan kehidupan sosial manusia. Salah satunya mencegah rasa kesepian. Pemenuhan kebutuhan kasih sayang dapat membuat seseorang merasa tidak sendirian dalam menghadapi hidup. Sejak bayi, seseorang akan mengharapkan pemenuhan kebutuhan ini dari orang tua sebagai sumber utama.

Ketika seseorang merasa kebutuhan dicintai dan dimiliki tidak terpenuhi oleh orang tua, maka ia akan mencari sumber lain. Mencari pacar adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan itu dan akan hilang kembali ketika hubungan berakhir. Seseorang kemudian akan kembali mencari pacar demi mendapatkan sumber kebutuhan yang baru.

Sering Dibandingkan Oleh Orangtua

Orangtua adalah orang yang diharapkan dapat memberikan rasa percaya diri kepada anak. Akan tetapi, sebagian orangtua justru membanding-bandingkan anaknya dengan saudara kandung atau orang lain, yang tanpa sadar membuat anak merasa rendah diri. Perbandingan fisik adalah salah satu contoh perbandingan tersebut.

Kalimat-kalimat seperti “Kamu sih pendek, coba tinggi kayak kakakmu kan lebih enak dilihat.” seringkali terlontar dari mulut orangtua. Padahal, pertumbuhan fisik merupakan sesuatu yang sulit direncanakan.

Belum lagi anak tidak pernah bisa memilih berapa tinggi badannya, seperti apa warna kulitnya, atau secantik/setampan apa wajahnya. Perbandingan membuat anak tumbuh menjadi orang yang selalu merasa kurang. Ingin berkompetisi namun merasa tidak mampu di saat bersamaan. Anak terus-terusan merasa butuh pengakuan dan berganti-ganti pacar dijadikan salah satu cara untuk merasa lebih menarik dan diinginkan.

Keinginan untuk Lepas dari Kekangan dan Kontrol

Beberapa orang berganti-ganti pacar karena merasa dikekang dan ingin melepaskan diri dari kontrol orang lain. Contohnya seorang remaja yang masuk ke sekolah khusus perempuan atau laki-laki yang tidak memperbolehkan untuk berpacaran. Remaja yang masih ingin mencoba berbagai hal baru beranggapan aturan tersebut merampas kebebasannya. Lalu, ia justru mencoba lepas dari kekangan dan aturan dengan cara mencari pacar.

Dengan melawan aturan dan melepaskan diri dari kekangan, seseorang akan memperoleh kepuasan tersendiri. Ia puas karena bisa melakukan sesuatu yang selama ini ingin dilakukan tapi terhalang aturan. Masalah baru akan terjadi ketika hubungan yang dijalani berakhir. Ia akan merasa kehilangan cara untuk melepaskan diri dari kontrol tersebut, dan kembali mencari pacar baru.

Atau, Mencari Sesuatu yang Bisa Dikontrol

Tak hanya ingin lepas dari kontrol diri, terkadang berganti-ganti pacar dilakukan karena seseorang ingin mencari sesuatu yang bisa dikontrol. Seseorang ingin memiliki hubungan yang bisa diatur sedemikian rupa sebagai pengganti hidupnya yang tidak bisa ia kontrol sendiri, misalnya karena aturan orangtua.

Ia mengontrol hubungannya dengan memolesnya seindah mungkin. Lama kelamaan, orang tersebut lupa bahwa hubungan romantis adalah pekerjaan dua orang, sehingga terjadi konflik dan hubungan berakhir. Namun, keinginan untuk memiliki sesuatu, atau malah seseorang yang bisa dikontrol membuat orang tersebut kembali mencari pacar yang baru.

[Sumber : Liputan6.com]

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment