Gerak Cepat, Densus 88 Kembali Amankan Lima Terduga Teroris

Beritakita.co | Usaha Densus 88 Antiteror untuk memburu para teroris tidak henti-hentinya, kali ini terduga teroris kembali diamankan dikawasan Depok, Jawa Barat.

Menurut informasi, Densus 88 Antiteror telah mengamankan lima terduga teroris dari Kampung Bojong Lio, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, Selasa 10/07/2018.

Dari keterangan Ketua RW 009 Kampung Bojong Lio, Samsudin mengatakan, bahwa mendengar ada penangkapan teroris di wilayahnya. Total ada lima orang yang diamankan. Mereka adalah MAS, SP, SO, RM, dan LK. Mereka tinggal berbeda RT, namun masih satu lingkungan RW.

Saat penangkapan, kata Samsudin, terlihat tiga sepeda motor melaju kencang. Sepeda motor itu ditumpangi pria mengenakan pakaian hitam dan slayer layaknya anggota Densus 88 Antiteror. “Yang saya tahu ada lima yang dibawa. Saya dapat kabarnya pertama kemarin malam itu tiga, nah hari ini dapat kabar lagi, katanya lima orang,” ujar Samsuddin.

Kelima orang tersebut diyakininya saling kenal. Di lingkungan warga, SP dikenal sebagai agen air mineral dan gas, sedangkan LK berdagang mi ayam. Adapun SO dan RM bekerja sebagai karyawan swasta. Kalau MAS enggak tahu apa pekerjaan jelasnya. Biasa jarang ada di rumah,” ucapnya.

Dari yang dia ketahui, kelima orang tersebut tidak memperlihatkan gerak gerik mencurigakan. Namun memang beberapa diantara mereka tertutup. Ada juga yang sempat mengikuti kerja bakti beberapa kali.

Sementara itu, Ibu RW setempat, Muinah menuturkan, sempat melihat warganya dibawa petugas. Mereka dibawa menggunakan sepada motor. Bahkan dirinya sempat diminta petugas untuk melihat ke rumah MAS.

Pada Senin malam dia dan petugas sempat ke rumah MAS, namun tidak ada yang merespons dari dalam rumah. “Saya sempat datang ke rumah (MAS), tapi ternyata gelap gulita dan sepi,” katanya.

Dia mengaku mengenal satu orang yang diamankan oleh Tim Densus 88 Antiteror, yaitu LK. Sebab LK selama ini berjualan mi ayam disebelah rumahnya. “Waktu ditangkap dia sedang di rumah MAS, mereka saling kenal,” paparnya.

LK adalah warga Sukabumi yang pindah ke Kampung Bojonglio Kota Depok sekitar lima tahun lalu. Sebelum menikah LK tinggal agak jauh dari rumahnya. “Buka warung mi ayam baru enam bulan,” katanya.

Adapun MAS merupakan warga Tegal yang tinggal kurang lebih 10 tahun di Kampung Bojonglio. “Dia tinggal dengan dua orang istri dan enam orang anaknya di satu rumah,” sebut Muinah.

Keseharian MAS dikenal tertutup, terlebih kedua istrinya, biasanya di wilayah tersebut sering dilakukan aktivitas posyandu dan setiap diundang mereka tidak pernah datang”Ujarnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment