Perhatikan, Ini Ancaman untuk Orang-orang Sombong

BERITAKITA.CO | Di dunia ini bila kita amati banyak sekali orang yang bersikap sombong. Entah itu karena jabatan, kekayaan, harta maupun kelebihan fisik yang ia miliki.

Orang kaya yang sombong sering kali merasa bahwa harta yang dimilikinya adalah hasil dari jerih payahnya, hasil dari kerja kerasnya mengumpulkan harta, tanpa menyadari bahwa kekayaan yang ia miliki sesungguhnya adalah pemberian dari Allah.

Harta, kekayaan, jabatan, kekuasaan, kelebihan fisik dan segala nikmat yang kita miliki sesungguhnya adalah pemberian Allah. Semua itu adalah titipan, amanah sekaligus ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia.

Selain kesombongan secara fisik dan materi, ada lagi contoh kesombongan yang bisa jadi kita termasuk didalamnya. Yaitu menolak kebenaran, merasa paling benar dan merendahkan orang lain.

Disadari atau tidak, kesombongan jenis ini banyak dilakukan oleh umat muslim bahkan mungkin kita termasuk di dalamnya. Sering kali golongan satu mengejek, menyalahkan dan merendahkan golongan lain karena berbeda aliran, berbeda kiai dan berbeda dalam beribadah.

Jika kita mau mengkaji, sesungguhnya ancaman dan hukuman Allah bagi orang-orang yang sombong tidaklah main-main. Ada banyak sekali namun kali ini saya hanya akan memberikan dua contoh saja yang saya anggap paling mengerikan.

Ancaman atau hukuman bagi orang yang sombong antara lain yang pertama adalah, hidupnya diliputi kecelakaan dan kehinaan.

Allah telah memberikan beberapa contoh di dalam Alquran yang mengisahkan kehidupan orang-orang sombong yang berakhir dengan kenistaan, kecelakaan dan kehinaan. Sebut saja Fir’aun yang ditenggelamkan oleh Allah di Laut Merah, dan Khorun yang ditelan bumi beserta seluruh hartanya.

Jabatan, kekuasaan dan harta membuat mereka bersikap sombong, menolak kebenaran dan bahkan sampai merasa bahwa dirinya setara dengan Tuhan. Kesombongan Firaun membuat hidupnya berakhir dengan tragis dan penuh kehinaan, sampai-sampai usaha tobatnya tidak diterima oleh Allah.

Menjelang ajalnya, Firaun berniat bertobat dengan mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah, namun Allah segera mengutus malaikat Jibril untuk menyumbat mulut Firaun dengan pasir.

Dari Sa’id bin Jubeir dari Ibnu ‘Abbas radhiya’l-lahu ‘anhuma meriwayatkan: “Dua orang Sahabat menghadap Rasulullah (menanyakan tentang Fir’aun). Sabda Nabi s.a.w: “Malaikat Jibril menyumbat mulut Fir’aun dengan pasir, khawatir kalau-kalau akan mengucapkan: laa ‘ilaha illa’l-lah” [HR. Turmudzi; Ahmad; at-Thabari].

Tentu saja ditolaknya sebuah tobat adalah kecelakaan yang sangat besar. Namun itulah balasan yang tepat bagi mereka yang sombong dan menolak kebenaran.

Ancaman Allah SWT selanjutnya bagi mereka yang sombong adalah, Dijauhkan dari Surga dan dimasukan ke Neraka. Jangankan masuk surga, orang-orang sombong bahkan tidak akan mencium bau syurga. Tempat kembali mereka adalah neraka jahannam.

Rasul bersabda, “Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata: “(ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus”, Beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang lain” (HR. Muslim)

Di hadist lain disebutkan bahwa “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi kesombongan.” (HR. Muslim)

Kehinaan orang yang sombong rupanya tidak berakhir di dunia saja, bahkan sebelum dimasukkan ke neraka, mereka juga akan mengalami hinaan di hari akhir kelak. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Tirmizi & Ahmad, “Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari kiamat seperti dalam bentuk semut-semut kecil dengan rupa manusia, dari segala tempat datang hinaan kepada mereka, mereka digiring ke penjara neraka jahannam yang di sebut Bulas, di bagian atasnya api yang menyala-nyala dan mereka diberi minuman dari kotoran penghuni neraka”.

Jika kita perhatikan ancaman-ancaman diatas, tentunya kita harus segera mengoreksi diri dan membenahi diri kita masing-masing. Jangan sampai ada bibit kesombongan dalam hati kita. Jangan sampai semua amal ibadah kita sia-sia karena kesombongan yang hanya sebesar biji sawi.

Sebagai penutup, marilah kita introspeksi diri, tak perlu menunjuk orang lain tapi lihatlah diri kita sendiri, sudahkah kita benar-benar bersih dari sifat dan sikap sombong? Ataukah kita malah senang dan bangga dengan kesombongan yang kita miliki? []

[Sumber : Islampos]

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment