Tips Sehat Jalani Puasa Ramadan di Musim Pancaroba

BERITAKITA.CO | Tak terasa, lebih dari dua pekan bulan Ramadan sudah berlangsung. Namun, ada yang berbeda dengan Ramadan sebelumnya, cuaca panas dan cahaya matahari terik yang biasa terjadi kerap kali diselingi hujan dengan intensitas yang tinggi. Bulan puasa tahun ini diiringi dengan musim pancaroba.

Berdasarkan data Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA LAPAN) sebagian Pulau Jawa dalam pencitraan satelit yang dimilikinya pada bulan ini sudah masuk ke musim kemarau. Hal itu ditandai dengan penurunan curah hujan yang hampir terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Musim pancaroba ini akan berakhir saat memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juni 2018. Agar aktivitas puasa tidak terganggu selama musim pancaroba ini, beberapa hal dapat dilakukan.

“Pola asupan gizi seimbang tetap menjadi acuan seperti sumber energi, protein, lemak, vitamin dan mineral serta tetap diperlukan sesuai kebutuhan masing – masing orang,” kata ahli diet Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Iis Rosita kepala Health.

Iis Rosita menjelaskan kondisi cuaca yang tidak jelas sekarang, kebutuhan asupan air dalam tubuh saat berpuasa menjadi hal penting dan harus diperhatikan. Standar asupan air yang diminum, kata Iis, antara enam sampai delapan gelas setiap hari.

Tentunya saat mengonsumsi air saat Ramadan dilakukan pada malam hari. Agar tidak merasa jenuh atau bosan akan kewajiban mengonsumsi air ini, terdapat beberap cara mengakalinya.

“Konsumsi cairan tidak harus air putih melulu, tapi bisa dikombinasikan dengan jenis sajian minuman lain seperti jus buah, teh manis dan jenis lainnya,” ujar Iis.

Selain air, kata Iis, agar daya tahan tubuh tetap stabil dari gangguan kesehatan selama berpuasa di cuaca pancaroba, jangan dilupakan makanan yang mengandung protein. Hal itu berlaku untuk setiap tingkatan usia lansia, dewasa dan anak-anak. Protein pula dibutuhkan sebagai sumber energi.

Asupan lain yang dibutuhkan oleh tubuh saat berpuasa adalah vitamin dan mineral. Sayuran dan buah-buahan dianggap sudah mencukupi sebagai sumber vitamin dan mineral.

“Kan disunahkan oleh nabi saat buka puasa makan buah Kurma, ada baiknya pula disertai dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran,” jelas Iis.

Saran terbaik, kata Iis, yaitu mencari makanan yang dapat memperbaiki flora usus semisal yogurt. Yogurt disebutkan dapat memperbaiki sistem pencernaan. Jika sistem pencernaannya bagus maka kondisi daya tahan tubuh akan mengikuti.

Kalangan ahli gizi dan diet meyakini seluruh penyakit yang timbul, disebabkan kondisi daya tahan tubuh lemah akibat tidak sehatnya organ pencernaan. Terganggunya organ pencernaan itu menyebabkan berbagai jenis penyakit infeksi.

[Sumber : Liputan6.com]

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment