Bikin Gigi Busuk, Ini Efek Radium Yang Jadi Bahan Kosmetik Zaman Dulu

BERITAKITA.CO | Pada awal abad ke-20, radium yang notabene bahan kimia berbahaya, biasa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat kosmetik. Padahal, zat kimia yang ditemukan oleh Marie dan Pierre Curie ini satu juta kali lebih aktif dari uranium yang biasa digunakan sebagai bahan radioaktif.

Penggunaan radium sebagai produk kecantikan merujuk pada klaim bahwa bahan ini mampu meregenerasi sel kulit, sekaligus membuatnya tampak lebih muda dan bersinar. Tak mengherankan, produk kosmetik berbahan radium sempat laris manis di pasaran.

Pada kenyataannya, radium memberikan efek mengerikan pada tubuh. Cacat tubuh bisa dialami oleh seorang yang sering terpapar radium, seperti pembusukan gigi, tulang rahang copot, tulang mudah patah, kanker tulang, hingga kematian.

Berikut potret yang menunjukkan bahayanya efek radium seperti dilansir dari Ranker.

  1. Pegolf amatir Eben Byers kehilangan digi dan wajahnya membusuk

Untuk menyembuhkan lengannya yang patah, pegolf Eben Byers mengonsumsi Radithor yang mengandung radium. Sayang, ia kemudian ketagihan minuman tersebut meski lengannya telah sembuh.

Eben mengonsumsi minuman berenergi tersebut dalam kurun waktu 3 tahun. Efeknya, ia mulai kehilangan gigi dan wajahnya membusuk. Disebutkan bahwa pria itu telah menghabiskan 1.400 botol Radithor.

  1. Potret wanita pekerja pabrik yang terpapar radium

Banyak pekerja pabrik yang terpapar radium harus menjalani operasi gigi. Rahang mereka perlahan membusuk. Semula, dokter mengira ini disebabkan infeksi gigi. Penemuan tersebut dicetuskan oleh Theodor Blom, dokter gigi asal New York setelah meneliti pekerja pabrik yang sering terpapar radium.

  1. Cacat fisik dan kanker

Semakin seseorang terpapar radium, makin parah efek yang ia rasakan pada tubuhnya. Paling parah, ia bisa mengalami cacat fisik dan kanker.

Bahkan, diklaim bahwa kanker tulang sumsum dapat disebabkan oleh paparan radium. Begitu pula sarkoma tulang (kanker yang menyerang tulang) dan karsinoma (kanker yang menyerang kulit kepala).

[Sumber : Liputan6.com]

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment