TNI AL Amankan Beras Ilegal Dari Kapal Asing


BERITAKITA.CO | Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV dan Lanal Batam berhasil menangkap dua kapal yang melakukan transfer beras Ship to Ship (STS) di Perairan Teluk Sebong Bintan, Batam, Selasa 08 Mei 2018 lalu.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi intelijen tentang adanya aktivitas transfer muatan dari kapal yang sedang lego jangkar ke kapal lain di Perairan Batam.

“Selanjutnya, Tim Gabungan WFQR IV dan Lanal Batam dengan menggunakan Patkamka Sea Rider 1 dan Sea Rider 2 serta Unit I Jatanrasla melakukan patroli dan penyekatan dibeberapa titik yang kemungkinan dijadikan sebagai area lego jangkar oleh kapal yang melakukan transfer muatan STS,” terang Eko dalam keterangan pers-nya, Jumat 11/05/2018.

Patroli gabungan Tim WFQR IV yang berpatroli disekitar Perairan Karang Galang Batam dan pada koordinat 01 12′ 791″ N dan 104 15′ 297″ E atau disekitar Teluk Sebong Bintan berhasil mendeteksi adanya dua kapal yang mencurigakan dalam posisi berdampingan, selanjutnya Tim WFQR IV dan Lanal Batam yang menggunakan Sea Rider 1 dan Sea Rider 2 serta Unit I Jatanrasla melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal tersebut.

Dari pemeriksaan awal diketahui kedua kapal yang berdampingan tersebut bernama MV. Alkar Trust jenis Bulk Carrier berbendera Panama bertonase 18868 GT dengan 15 ABK seluruhnya berwarga negara Turki, dengan muatan 300 Ton beras berlayar dari Tamatave Madagaskar tujuan Durdan dan MV. Kar Trust jenis General Cargo berbendera Panama bertonase 6348 GT dengan 16 ABK bermuatan beras sebanyak 4.288,8 ton hasil STS dari MV. Alkar Trust.

Kedua kapal tersebut saat ditangkap sedang melakukan STS beras produk Myanmar White Rice 25 PTC Brokens Emata dengan masa expired bulan September 2019 di Perairan Teluk Sebong Bintan, Batam. Berdasarkan data yang ditemukan kegiatan STS tersebut melibatkan 49 orang pekerja dari Batam yang terdiri dari operator crane dan buruh angkut untuk membantu proses STS dari MV. Alkar Trust ke MV. Kar Trust.

Selanjutnya kedua kapal tersebut ditangkap Tim Gabungan WFQR IV dan Lanal Batam kemudian dilakukan proses pengecekan muatan dan pemeriksaan oleh tim gabungan intelijen Lantamal IV dan Lanal Batam.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment