5 Pelanggar Syariat Di Aceh Tengah Dicambuk


BERITAKITA.CO | Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Tengah melaksanaan Uqubat Cambut terhadap 5 pelanggar Qanun Aceh nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat (Ikhtilath dan Khamar) di Lapangan Musara Alun Takengon, Rabu 09/05/2018.

Dari ke 5 pelanggar Qanun Aceh itu diantaranya JLD (24), GM (22), KHD (20) ketiganya dicambuk sebanyak 40 kali dihadapan umum, ketiga terdakwa tersebut terbukti secara sah melakukan Jarimah (Minuman Khamar) di salah satu tempat wisata Ujung Nunang Lut Tawar, Takengon.

Sementara RF (28) dan NHN (25) keduanya terbukti telah melakukan Jarimah (Ikhtilat) disalah satu tempat penginapan di Aceh Tengah tanpa hubungan pernikahan, terdakwa dicambuk sebanyak 17 kali karena telah dikurangi masa tahanan selama 82 hari.

Kepala Kejaksaan Negeri Takengon, Jazuli SH mengatakan, diselenggarakannya kegiatan Uqubat Cambuk tersebut merupakan salah satu cara untuk mengurangi pelanggaran Syariat Islam di Kabupaten Aceh Tengah.

“Saya berharap uqubat cambuk ini cukup membuat efek jera bagi masyarakat yang ada di Aceh Tengah,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat supaya dapat menjauhi perbuatan yang melanggar syari’at, resiko bagi pelanggar akan dicambuk didepan umum.

Kegiatan uqubat cambuk tersebut turut dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah Jazuli SH, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Syahrial dan Amir Hamzah Asisten Ekonomi dan Pembangunan.

Kontributor Aceh Tengah : Karmiadi

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment