Warga Ranto Peureulak Berharap Bisa Garap Kembali Sumur Minyak

BERITAKITA.CO | Warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, berharap tetap bisa mengelola sumur minyak ilegal. Pasalnya, menambang minyak adalah mata pencaharian mereka selama ini.

“Kami berharap ada solusi dari Pemda agar masyarakat bisa mengelola sumur minyak sebagai mata pencaharian,” ujar Mukhlisin, Kepala Desa Bhom Lama, Kecamatan Rantau Peureulak.

Mukhlisin menyatakan, apabila pemerintah menutup seluruh sumur minyak di daerah itu, maka sama saja mengancam mata pencahariannya dan sejumlah warga. Dia berharap pemerintah daerah, kepolisian, serta PT Pertamina EP bisa mempertimbangkan nasib masyarakat Rantau Peureulak, yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil eksplorasi minyak secara tradisional itu.

Dalam hal ini, Mukhlisin berharap pemerintah setempat mau memberikan pelatihan dan membina masyarakat yang bekerja menambang minyak, sehingga bisa menjamin keselamatan kerja. Mereka juga berharap pemerintah menerbitkan izin buat kegiatan eksplorasi mereka.

“Sebagian warga mengais rezeki dari penambangan minyak itu. Mohon pemerintah mempertimbangkannya. Bisa mungkin dikelola oleh sebuah koperasi rakyat dibawah binaan dan pengawasan pemerintah serta Pertamina,” kata Mukhlisin, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Rabu 02/05/2018.

Mukhlisin mengakui insiden pada 25 April lalu tersebut merenggut nyawa 17 warga desanya. Beberapa dari mereka meninggal dilokasi dan sebagian meninggal karena luka bakar saat dirawat disejumlah rumah sakit.

Atas kasus tersebut, Polres Aceh Timur telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam insiden ledakan dan kebakaran sumur minyak itu.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment