Kartu SIM Diblokir Total, Jika Ingin Aktif Lagi Ini Syaratnya

BERITAKITA.CO | Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) baru saja menggelar program registrasi kartu SIM ulang untuk seluruh pengguna nomor prabayar lama.

Dalam program kali ini, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) menjadi syarat utama untuk melakukan registrasi. Program ini sudah digelar sejak Oktober 2017 dan berakhir pada hari ini, Selasa 01/05/2018.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, memastikan bahwa tak ada perubahan jadwal program ini. Karena itu, mulai 1 Mei 2018, nomor yang belum didaftarkan resmi diblokir layanannya.

“Tidak ada perubahan peraturan dan perubahan jadwal terkait program registrasi kartu SIM,” tuturnya.

Dengan kata lain, nomor-nomor yang belum teregistrasi tersebut sudah tak dapat lagi digunakan dan akan dilakukan pemblokiran total. Pemblokiran itu meliputi panggilan keluar atau masuk, SMS, termasuk internet.

Walaupun demikian, nomor yang sudah terblokir tersebut masih dapat didaftarkan ulang dengan sejumlah syarat. Pertama, kartu termasuk memang masih dalam masa aktif. Kedua, pendaftaran tak dapat dilakukan mandiri.

Jadi, nomor yang diblokir apabila kartunya masih aktif dapat melakukan registrasi. Tapi, tak bisa langsung ke 4444 dan harus datang ke gerai operator.

Dalam aturannya disebutkan, satu NIK dapat digunakan registrasi kartu SIM secara mandiri paling banyak tiga nomor dari satu operator. Sementara, pendaftaran lebih dari tiga nomor dilakukan di gerai operator bersangkutan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment