Komunikasi Pejabat Diretas, Ini Penjelasan BIN

BERITAKITA.CO | Beredarnya rekaman percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PT. PLN Sofyan Basir menunjukkan masih lemahnya pengamanan komunikasi seorang pejabat. Berbagai standard operating procedure (SOP) keamanan komunikasi yang diterapkan untuk pejabat sering diabaikan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto menjelaskan, SOP komunikasi pejabat terbagi dalam empat kriteria. Yakni, biasa, terbatas, rahasia dan sangat rahasia. ”Untuk setiap kriteria itu cara komunikasinya diatur,” terangnya.

Untuk informasi biasa dan terbatas, diperbolehkan berkomunikasi melalui telepon seluler. Hal tersebut artinya memang informasi ini tidak membutuhkan keamanan. ”Namun, berbeda untuk informasi yang rahasia dan sangat rahasia,” paparnya.

Menurutnya, untuk informasi dengan kategori rahasia dan sangat rahasia hanya diperbolehkan untuk dibicarakan secara langsung atau tatap muka. Dilarang untuk berkomunikasi via telepon, apalagi telepon yang tidak memiliki aplikasi pengacak suara. ”Bahkan bila informasi rahasia dan sangat rahasia ini bocor, maka pejabat itu bisa dihukum,” terangnya.

Dia juga menuturkan, hukuman itu biasanya ditentukan oleh atasan yang berwenang menghukum. Serta pemeriksaan terhadap pejabat yang disadap itu dilakukan oleh Inspektorat. ”Itu SOP keamanan komunikasi pejabat selain adanya aplikasi pengacak suara,” paparnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment