Nilai Tukar Rupiah Melemah, Menkeu Minta Tingkatkan Kinerja Ekspor

BERITAKITA.CO | Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang terus melemah belakangan ini, menjadi perhatian banyak kalangan. Karena itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah akan melakukan antisipasi perubahan kebijakan suku bunga.

Menurut Sri Mulyani, bukan hanya Indonesia yang terkena dampak penguatan Dolar, melainkan mata uang negara lain-pun juga terkena dampaknya”jelasnya, Jumat 27/04/2018.

Lanjut Sri Mulyani, justru seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan momen menguatnya Dolar. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kinerja ekspor di tengah penguatan Dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi dunia juga diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa tahun kedepan. Diperkirakan pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi global naik tipis di angka 3,9%”kata Menkeu.

“Ekspor kita harus bisa dipacu lebih bagus. Karena memang kesempatannya adalah hari ini. Mumpung global growth masih positif”katanya.

Sri Mulyani juga menyebut, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang membaik maka permintaan terhadap barang-barang ekspor asal Indonesia akan meningkat. Khususnya produk-produk komoditas seperti sawit dan juga manufaktur yang dinilainya memiliki banyak peminat.

Permintaan dari negara-negara yang memiliki pertumbuhan relatif tinggi sangat ada, dan competitiveness dari ekspor kita terutama manufaktur harus dipacu,” tambahnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment