Mobil Internet Di Aceh Selatan Terancam Jadi Besi Tua

BERITAKITA.CO | Proyek Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK), merupakan program Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informasi (BP3TI) pada Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Setiap Kecamatan di Aceh pada tahun 2003 yang lalu, sudah memiliki sebuah mobil yang diberi nama Radnet oleh Menteri Telekomunikasi dan Informatika. Namun, sekarang terancam menjadi besi tua karena tidak beroperasi lagi.

Ketua LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (Libas) kepada awak media, saya kira Mobil Radnet tersebut hanya proyek belaka dari Kominfo. Pasalnya, sekarang di Aceh hampir semua Kecamatan yang mendapatkan mobil tersebut tidak beroperasi.” Kata Mayfendri, Jumat 27/04/2018.

Tidak beroperasinya mobil tersebut dikarenakan faktor gaji supir, tapi kalau itu alasan tidak ada gaji supir tidak masuk akal, dikarenakan mobil tersebut bukan untuk jalan-jalan keluar kota. Mobil tersebut sudah 6 tahun tidak beroperasi karena pihak Radnet tidak membayar gaji operator bahkan untuk biaya tempat parkir-pun yang dulu dijanjikan akan diberikan hingga kini tidak kunjung dibayar.

Selanjutnya, Mayfendri menambahkan, pengadaan mobil tersebut menelan uang negara miliaran rupiah, ini siapa yang harus mempertanggung jawabkan, apakah Pemerintah Aceh, atau pihak Radnet sendiri selaku pihak ketiga.

Mobil yang sudah dilengkapi fasilitas Wifi dan Laptop tersebut sekarang seperti besi tua yang tidak ada pemiliknya, salah satu contoh di Kecamatan Labuhan Haji Timur, fasilitas Wifi dan Internet dalam mobil tesebut sangat kuat dan jaringannya cepat.

Masyarakat Gampong Ujung Padang dan Kota Iboh Kecamatan Labuhan Haji mengaku sangat kecewa atas keberadaan Mobil Radnet tersebut, disebabkan selama berada di Gampong kami tidak ada beroperasi, dan kami sangat memerlukan perkembangan melalui internet.

Sebanyak dua unit mobil internet yang berada Kecamatan Labuhan Haji Barat yaitu di Gampong Ujung Padang dan Gampong Kota Iboh itu satu unit milik wilayah Aceh Barat Daya (Abdya) dan satu unit lagi milik wilayah Aceh Selatan, namun tidak pernah dioperasikan semenjak tahun 2013 hingga sampai saat sekarang ini.

Dalam hal ini, Libas mintak pihak yang berwajib untuk mengusut kasus pengadaan mobil internet yang sudah menelan anggaran miliaran rupiah, namun hingga saat ini tidak pernah beroperasi. Mobil tersebut terancam jadi besi tua.

Kalau mobil itu hanya diam disitu kapan juga bisa mengetahui tentang perkembangan dan isu-isu dari luar Aceh. Kami mengharapkan kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, kalau mobil itu tidak beroperasi lagi ditarik saja, untuk apa jadi besi tua di Gampong.”Tutup Mayfendri.

Kontributor Aceh Selatan : Asrulliadi

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment