Sebanyak 23 Imum Mukim Di Abdya Sepakat Izin PT. CA Tidak Diperpanjang

BERITAKITA.CO | Sebanyak 23 Imum Mukim di Aceh Barat Daya (Abdya), dengan tegas menyatakan sikap tetap menolak izin HGU PT. CA yang selama ini beroperasi di Kecamatan Babahrot.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Keuchik Abdya, M Nur Ahmadi SE, pada konferensi pers usai mengikuti pelatihan hukum adat yang berlangsung di Aula TP-PKK, Rabu 25/04/2018.

Menurutnya, selama 30 tahun keberadaan PT. CA sama sekali tidak memberi dampak baik bagi masyarakat. Malahan, katanya, sejak kehadiran perusahaan itu di wilayah bumi “Breuh Sigupai ” banyak konflik yang diciptakan, “ujarnya.

” Kami juga bersepakat dengan tujuan pemerintah Abdya yang turut didukung penuh oleh Pemerintah Aceh, DPRK Abdya dan sejumlah pihak lainnya agar lahan bekas HGU PT. CA dijadikan sawah baru untuk masyarakat miskin, dengan begitu dapat menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten itu.

Selanjutnya, alasan lain, Forum ini juga menilai sudah selama 30 tahun PT. CA mengelola ribuan hektar tanah negara di Kecamatan Babahrot, tapi tidak bisa bermamfaat bagi masyarakat setempat, namun hanya memunculkan konflik yang merugikan masyarakat.

“Ini tanah untuk rakyat, kembalikan kepada Rakyat. Kami memohon kepada pusat jangan diperpanjang izinnya. Kami berjuang untuk masyarakat miskin, mereka yang tidak punya lahan dan pekerjaan,” kata M Nur sambil memohon.

Dalam surat pernyataan sikap disebutkan, pengusulan perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) PT. Cemerlang Abadi sudah berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, namun perusahaan tetap melakukan pengerjaan dilahan itu hingga saat ini.

M. Nur menjelaskan, bahwa rakyat dan pemerintah Abdya saat ini sedang melakukan upaya perlawanan untuk menolak perpanjangan izin HGU PT. Cemerlang Abadi (CA) diperpanjang, karena perusahaan telah menelantarkan lahan yang telah diberi izin oleh negara selama 30 tahun.

Diharapkan, agar lahan seluas 4.871 hektar yang diajukan perpanjangan oleh PT. CA dapat dikembalikan untuk rakyat, sehingga lahan tersebut dapat menjadi sawah untuk masyarakat miskin di Abdya.

Lebih lanjut, dalam surat pernyataan sikap itu diterangkan bahwa, PT. CA menguasai lahan di Kecamatan Babahrot sebanyak 7.516 hektar, dimana ada lahan yang sama sekali tidak dimanfaatkan dan dibiarkan menjadi hutan belantara sebesar 2668,82 Ha.

HGU sebagaimana yang dimohonkan untuk diperpanjang adalah izin yang tidak sesuai dengan fakta lapangan dan adanya upaya pembohongan sistematis untuk mengelabui publik dan pemerintah.

“Karena itu kami Imum Mukim seluruh Abdya menyatakan sikap mendukung gerakan rakyat, Pemerintah Abdya, dan Pemerintah Aceh untuk tidak memperpanjang izin HGU PT. CA dan mengembalikan tanah untuk rakyat. Menuntut Menteri Agraria dan Tataruang, Sofyan Jalil untuk menjadikan wilayah bekas HGU PT. CA menjadi Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) yang sudah menjadi agenda nasional,” Demikian Pungkasnya.

Kontributor Aceh Barat Daya (Abdya) : Mustafarudin

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment