Gedung Poli Penyakit Dalam Dan Gedung Rawat Inap Kelas 1 RSUD Simeulue Akan Dioperasikan

BERITAKITA.CO | Gedung Poli Penyakit Dalam RSUD Simeulue akan segera diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue pada bulan Mei mendatang, dengan hadirnya Gedung Poli Penyakit dalam diharapkan mampu memenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berobat di RSUD Simeulue.

Direktur RSUD Simeulue, dr. Irwansyah menjelaskan, bahwa Gedung Poli Penyakit Dalam ini terdiri dari beberapa ruangan, seperti ruang THT, Penyakit Paru dan Ruang Tindakan”katanya, Rabu 25/04/2018.

Selain Gedung Poli Penyakit Dalam, dalam waktu dekat ini akan juga diresmikan Gedung Rawat Inap Kelas I yang merupakan ruang rawat inap terbaru untuk difungsikan kepada pasien yang ada di RSUD Simeulue.

“Kita juga tengah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, perangkat Dinkes Aceh yang membidangi Penyakit Dalam dan beberapa Direktur Rumah Sakit di Aceh untuk kita undang di acara peresmian Gedung Poli Penyakit Dalam,”kata dr. Irwansyah.

Saat ini juga Gedung Poli Penyakit Dalam akan segera dioperasikan untuk melayani kebutuhan pasien yang memiliki penyakit dalam, sembari menunggu diresmikannya gedung yang bersumber dari APBK Perubahan Simeulue tahun 2017.

Disisi lain, RSUD Simeulue juga sudah melakukan Kerjasama Opresional (KSO) dengan pihak swasta untuk menyediakan oksigen demi memenuhi kebutuhan pasien di RSUD Simeulue, hal ini dilakukan untuk mengupayakan secara optimal kebutuhan oksigen di RSUD Simeulue.

“Kita juga harus memaklumi letak Kabupaten Simeulue yang jauh dari daratan, jalur transportasi via Kapal Fery juga sering terkendala dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hal itu juga menjadi salah satu penyebab adanya kekosongan oksigen di RSUD Simeulue,”ujarnya.

Untuk kedepan, dengan adanya KSO dengan pihak ketiga, kebutuhan oksigen di RSUD Simeulue bisa dapat terpenuhi. Karena selama ini RSUD Simeulue membeli oksigen di Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Namun, seringkali pengisian oksigen yang dilakukan tidak sesuai dengan isi tabung oksigen tersebut.

Oleh karena itu, untuk menekan bengkaknya biaya yang dikeluarkan pihak RSUD Simeulue sehingga dilakukan kontrak kerjasama dengan pihak ketiga dengan adanya penurunan harga mencapai 30 persen.

“Kita bayar berapa jumlah kubik oksigen yang dipakai oleh RSUD Simeulue namun untuk rumah boks oksigen dan semua peralatan akan disediakan oleh pihak ketiga,”tutup dr. Irwansyah.

Sumber : Simeuluenews.com

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment