Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Setya Novanto 15 Tahun Penjara

BERITAKITA.CO | Setya Novanto dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek e-KTP. Majelis Pengadilan Tipikor Jakarta menilai bahwa Setnov (Setya Novanto) terbukti memperoleh keuntungan dari proyek e-KTP.

Hakim menilai Setnov menerima uang sekitar USD 7,3 juta dari proyek tersebut. Oleh karena itu, hakim membebankan Setya Novanto uang pengganti sebesar apa yang dia terima. “Menghukum terdakwa (Setnov) uang pengganti USD 7,3 juta dikurangi dengan Rp 5 miliar yang sudah diberikan ke KPK,” kata ketua majelis hakim Yanto saat membacakan amar putusan Setnov di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa 24/04/2018.

Berdasarkan kurs saat ini (USD 1 = Rp 13.900), yang harus dikembalikan Setya Novanto adalah sebesar USD 7,3 juta atau Rp 101.470.000.000. Namun uang tersebut dikurangi sebesar Rp 5 miliar yang sudah dikembalikan oleh Setya Novanto ke KPK. Sehingga, total yang harus dikembalikannya adalah sebesar Rp 96.470.000.000.

“Jika tidak dibayar maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk membayar uang pengganti. Jika tidak tercukupi akan ditambah pidana selama 2 tahun,” kata Yanto.

Selain uang, Setnov juga dinilai telah menerima suap berupa jam tangan Richard Mille RM011 seharga 135 ribu dolar AS. Jam tangan tersebut merupakan pemberian dari dua rekanan proyek e-KTP, Johannes Marliem dan Andi Narogong.

Namun hakim menilai Setnov telah mengembalikan jam tersebut kepada Andi Narogong. “Terhadap pemberian jam tangan Richard Mille sudah dikembalikan saudara Setya Novanto kepada Andi Agustinus, maka tidak lagi dibebani uang seharga jam itu,” kata hakim.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua pihak khususnya pejabat negara mengambil pelajaran penting dari kasus korupsi e-KTP yang membuat Setya Novanto divonis 15 tahun penjara. JK mengingatkan agar pejabat tidak melakukan pelanggaran hukum.

“Ya ini kan hakim kita tidak bisa campuri, kita prihatin ya. Tapi ya ini keputusan hakim ya tentu dipertimbangkan dengan baik. Ini juga peringatan kepada siapa saja untuk tidak mengambil tindakan atau perbuatan yang melanggar hukum,” ujar JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

JK juga mengingatkan agar kader parpol termasuk Golkar tidak menyalahgunakan kedudukan atau posisi yang dijabat. “Ya (kader Golkar) jangan mempergunakan, perkaya diri dengan jabatan. Karena apa yang terjadi kan perkaya diri dengan jabatan itu,” kata JK.

Novanto terbukti mengintervensi proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP. Novanto divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.
“Menyatakan terdakwa Setya Novanto terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujar ketua majelis hakim Yanto membacakan amar putusannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment