Dukung PT CA, Inisiatif Ketua DPW Partai SIRA Abdya Bukan Hasil Musyawarah Partai

BERITAKITA.CO | Terkait pernyataan Ketua DPW Partai SIRA, Saharuddin yang menyatakan partai itu mendukung penuh perpanjangan izin HGU PT. CA di Kecamatan Babahrot seperti yang dimuat sejumlah media disebut inisiatif pribadi bukan hasil dari musyarawah partai.

Penegasan ini disampaikan langsung Ketua DPP Partai SIRA, bidang perekonomian, pembangunan dan lingkungan, Ruslan, SE yang juga merupakan putra asli Abdya, Jumat 20/04/2018.

“Pernyataan yang bersangkutan (Ketua DPW, Saharuddin) bukan hasil musyawarah partai. Bisa jadi yang bersangkutan dikendarai oleh lembaga atau orang lain yang berkepentingan terhadap HGU PT. CA,” kata Ruslan.

Dijelaskannya, seharusnya setiap kebijakan startegis di Aceh termasuk di Kabupaten/Kota seperti pertambangan, perkebunan, energi dan lingkungan hidup diatur oleh DPP berdasarkan keadaan dan investigasi lapangan yang dilaporkan oleh Wakil Ketua DPW bidang terkait.

“Karena itu, kami akan memanggil yang bersangkutan (Saharuddin) untuk menanyakan apa tujuannya sampai bermanuver hingga urusan HGU,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ruslan menyebutkan, Partai SIRA saat ini sedang fokus memperkuat struktur dan konsolidasi menyuluruh, dan bukan malah ikut-ikutan dalam hal-hal bisnis atau kepentingan orang lain.

“Jadi saya tegaskan dari DPP bahwa kami tidak ada agenda pembahasan terkait HGU PT. CA, sebab sedang fokus pada hal-hal lain di struktur partai,” Urainya.

Menurutnya, apa yang disampaikan saudara Sahar (ketua DPW Abdya) ada kemungkinan yang bersangkutan terjebak dalam kepentingan orang lain. Sebab, kalau bicara soal lapangan kerja dan rakyat, ya kami menginginkan rakyat tidak ada yang menganggur.

“Namun, kami harus hati-hati merespon apapun jika sudah terkait kepentingan bisnis yang melibatkan banyak pihak,” sebutnya.

Dikatakannya, kalau kebun itu (lahan HGU PT. CA) diberikan kepada rakyat Abdya, pihaknya sangat sepakat lantaran dinilai akan dapat menuntaskan kemiskinan di Abdya.

“Kami sepakat 100% lahan itu tidak diperpanjang dan diserahkan kepada masyarakat Abdya untuk menuntaskan kemiskinan,” kata Ruslan.

Namun demikian, sambung Ruslan, tentunya setiap langkah yang diambil oleh partai mengenai apapun harus dengan musyawarah, sehingga didapatlah sebuah langkah pasti dan terkonsep, bukan asal ngomong yang nantinya akan merugikan orang lain.

“Sekali lagi saya ingatkan saudara Sahar, dalam menyampaikan aspirasi tolong jangan dibawa dan melibatkan nama orang lain tampa kompromi, karena hal yang saudara Sahar sampaikan bisa merugikan orang lain,” Tegas Ruslan.

Kontributor Aceh Barat Daya (Abdya) : Mustafarudin

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment