Suriah Di Bombardir, Harga Minyak Turun Level

BERITAKITA.CO | Harga minyak turun pada akhir perdagangan Senin (16/04), karena kekhawatiran investor tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan udara di Suriah selama akhir pekan lalu.

Amerika Serikat, Prancis dan Inggris meluncurkan 105 rudal pada Sabtu 14 April 2018 dini hari, dengan sasaran tiga fasilitas senjata kimia di Suriah sebagai pembalasan atas dugaan serangan gas beracun pada 7 April.

Harga minyak telah meningkat hampir 10% menjelang serangan, karena para investor mengumpulkan banyak aset-aset seperti emas atau surat utang pemerintah AS, yang dapat berlindung dari risiko-risiko geopolitik.

Seperti dilansir dari Reuters, harga minyak mentah berangka Brent melorot sebesar US$1,16 menjadi US$71,41 per barel. Penurunan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,17 menjadi Us$66,22 per barel, Selasa 17/04/2018.

Ahli Strategi Pasar RJO Futures Phil Streible mengungkapkan serangan yang telah terjadi menghentikan antisipasi terhadap kemungkinan serangan lain yang lebih ekstrem. Akibatnya, pelaku pasar telah mengabaikan potensi serangan tersebut sebagai faktor pendorong harga (bullish).

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment