Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, PKPI Laporkan Komisioner KPU Ke Polisi

BERITAKITA.CO | Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) resmi melaporkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Laporan tersebut tertuang dari laporan polisi nomor LP/2088/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 16 April 2018. Pasal yang disangkakan kepada Hasyim Ashari adalah Pasal 27 ayat 3 jo Pasat 45 ayat 3 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2018 tentang ITE dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik.

PKPI melaporkan Komisioner KPU Hasyim Asy’ari ke Polda Metro Jaya pada Senin, 16 April 2018. Hasyim dilaporkan karena dinilai menyebarkan berita bohong, yaitu mengatakan KPU akan mengajukan PK terhadap putusan PTUN yang meloloskan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019.

Dalam hal ini, PKPI menilai dampak pernyataan Hasyim di media massa menyebabkan kekhawatiran. Pasalnya, saat ini partai tersebut tengah melakukan pendaftaran calon legislatif (caleg). PKPI khawatir bila PK atas putusan PTUN dikabulkan, maka KPU akan menganulir kepesertaan PKPI dalam pesta demokrasi.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, pernyataan Hasyim mengenai rencana peninjauan kembali (PK) KPU terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang meloloskan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019, merupakan pernyataan resmi lembaga.

“Saya menghimbau kepada KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk tetap tenang menyikapi masalah ini, tetap solid dan kuat menjaga kebersamaan,” ujar Arief melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa 17/04/2018.

Menanggapi hal tersebut, Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa dirinya tidak gentar terhadap pelaporan yang dibuat PKPI. “Akan saya hadapi. Ini resiko jabatan. Saya bertanggung jawab terhadap ucapan dan tindakan saya sebagai anggota KPU,” ujarnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment