BNNP Aceh Dan BNN Pusat Musnahkan 5 Hektar Ladang Ganja Di Aceh Besar

BERITAKITA.CO | Tanaman jenis ganja merupakan salah satu jenis narkotika alami yang tumbuh subur di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Aceh dan tidak bisa dipungkiri bahwa ketersediaan lahan ganja yang tidak pernah habis di bumi Aceh menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pasokan narkotika jenis ganja tetap tinggi di negeri ini.

Menyikapi hal tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan bekerjasama dengan BNN Provinsi Aceh, Polres Aceh Besar dan Kodim 0101/BS Aceh Besar. BNN terus berupaya untuk melakukan alih fungsi lahan, yang sebelumnya penanaman ganja menjadi tanaman alternatif lain yang lebih bermanfaat dan tidak melawan undang-undang.

“Upaya pemusnahan lahan ganja untuk dirubah menjadi lahan atau tanaman yang bermanfaat (Alternative Development) di Provinsi Aceh dan sekitarnya saat ini sudah kita lakukan di tiga Kabupaten di Aceh, yaitu Gayo Lues, Bireuen dan Aceh Besar” Pungkas Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, saat Press Release di Gampong Piyeun Indrapuri Aceh Besar.

Terkait sinergitas tersebut, Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN dan BNNP Aceh beserta instansi terkait kembali melakukan pemusnahan ladang ganja seluas ± 5 hektar. “Pemusnahan ladang ganja ini merupakan kegiatan yang pertama di tahun 2018.” jelas Kepala BNNP Aceh, Selasa 17/04/2018.

Faisal melanjutkan, penyelidikan ladang ganja ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Narkotika Alami, Kombes Pol. Anggoro Sukartono, S.IK, serta pejabat dari instansi terkait lainnya.” Pungkasnya.

Kombes Pol. Anggoro Sukartono, S.IK, disaat yang sama juga menjelaskan, ladang ganja dengan total luas ± 5 hektar ini, pertama kali ditemukan melalui satelit oleh LAPAN di titik koordinat 5.480099°, 95.499560° dengan ketinggian sekitar ± 220 MDPL yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas BNN melalui proses penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan tim pada beberapa hari sebelumnya di Desa Piyeung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Didapati ladang ganja yang siap panen dengan tinggi sekitar 2,8 meter sampai 3,4 meter, dengan tingkat kerapatan tanaman sekitar ± 3 batang per meter persegi dan kepadatan tanaman ± 80% hingga 85% dari total luas ladang”. Jelas Kombes Pol. Anggoro.

Anggoro juga mengatakan, total jumlah tanaman yang siap panen adalah sekitar ± 200.000 batang ganja. Jarak tempuh untuk mencapai lokasi kegiatan pemusnahan ladang ganja seluas ± 5 hektar yang berlokasi di Desa Piyeung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar membutuhkan waktu sekitar ± 2 jam melalui Kota Banda Aceh.

Terkait penemuan ladang ganja untuk pertama kalinya di tahun 2018 ini, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser berpesan agar seluruh masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Besar untuk tidak lagi menanam tanaman ganja, karena ganja dengan kandungan zat THC (Tetra Hydro Cannabinol) didalamnya ini merupakan tanaman yang dilarang, sesuai dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Oleh karena itu, bagi siapa saja yang masih menanamnya maka akan dipidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.” Tutup Jenderal Bintang Satu.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment