Jumpa Staf Presiden, Bupati Abdya Sampaikan Soal Konflik PT. CA

BERITAKITA.CO | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, SH, menyampaikan beberapa poin penting kepada Staf Kepresidenan Republik Indonesia, adapun perihal ini terkait persoalan konflik berkepanjangan PT. CA terhadap masyarakat Kecamatan Babahrot, Senin 16/04/2018.

“Kita juga sepakat bersama Anggota DPRK Abdya tetap menolak segala upaya soal izin terhadap perpanjangan izin HGU PT. CA,” katanya Akmal Ibrahim, pada saat jumpa tim penyelesaian konflik agraria dikantor Staf Presiden RI yang juga turut dihadiri Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli beserta anggota, Asisten I Sekdakab Abdya, Amrizal dan masyarakat Abdya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli membenarkan kami bersama Pemerintah Abdya telah sepakat untuk tetap menolak perpanjangan izin HGU PT CA.

” Intinya adalah untuk menolak segala bentuk izin terhadap HGU PT. CA,”ujarnya.

Selain itu, Akli juga menyampaikan hal yang sama, sejak kehadiran PT. CA di Abdya tidak pernah memberikan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat Abdya, bahkan mereka hanya menciptkan konflik,”Katanya dihadapan tim penyelesaian konflik agraria dikantor Staf Presiden.

“PT. CA Ibarat Limpen Lam Sapai Baje, (PT.CA Ibarat Lipan Dalam Lengan Baju ),” ucapnya.

Adapun poin penting yang disampaikan diantaranya :

Pemerintah Abdya bersama Gubernur Aceh telah mengeluarkan dua surat untuk mengajukan pada Menteri terkait untuk pembatalan HGU PT CA.

PT. CA telah menelantarkan lahan dan bahkan tidak pernah dikuasai sama sekali.

Kondisi lahan area PT. CA 7.600 sekian, hutan yang telah ditelantarkan sekitar 30 tahun yang tidak dikuasai sedangkan kondisi lahan yang diklaim di area sawit sekitar 1.500 hektar, kemudian mereka membuka lahan setelah izin habis masa izin perpanjangan yang terhitung sejak 27 Desember tahun lalu.

Kemudian sejak kehadiran PT. CA di Abdya telah menciptakan konflik yang terus berjalan, sedangkan BPN tetap melaporkan dan mengeluarkan rekom bahwa PT. CA tetap diperpanjangkan izin, namun Pemerintah Abdya tidak ada satupun mengeluarkan tanda tangan kepada Gubernur Aceh.

Sementara tim dari penyelesaian konflik agraria, menyambut baik dan mengapresiasi atas kehadiran bapak-bapak disini, terkait konflik yang terjadi di Abdya soal HGU PT. CA ini menjadi dasar bahan pertimbangan agar tidak bisa diperpanjang izin.

Kami juga akan menindaklanjuti perihal ini, sebagai bentuk pertimbangan kami,”ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima BERITAKITA.CO, kehadiran para pemangku di Abdya ini, untuk menyampaikan beberapa poin penting soal lahan yang pernah ditelantarkan oleh PT. CA di Kecamatan Babahrot bahkan dianggap PT. CA telah menelantarkan tanah yang tidak dikuasai sama sekali.

Kontributor Aceh Barat Daya (Abdya) : Mustafarudin

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment